Soal 5 Pilihan Jenis Kelamin di Formulir Pasien, Ini Penjelasan Dinkes Yogyakarta

Kesehatan  SENIN, 12 AGUSTUS 2019 | 08:57 WIB

Soal 5 Pilihan Jenis Kelamin di Formulir Pasien, Ini Penjelasan Dinkes Yogyakarta

5 pilihan jenis kelamin di formulir pasien

MoeslimChoice | Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan foto formulir pasien baru dari Puskesmas Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Pada unggahan yang tayang pada Kamis (8/8/2019) itu, pilihan jenis kelamin pasien dalam formulir tersebut ternyata ada lima, yakni laki-laki, perempuan, intersexed, transgendered, dan transexed.

Menanggapi hal itu, pihak Puskesmas Umbulharjo menjelaskan bahwa formulir itu memang benar dari pihaknya, tetapi tidak untuk pasien baru.

 

Narasi yang Beredar

Berdasarkan penelusuran media, foto formulir pasien baru dengan lima pilihan jenis kelamin itu diunggah oleh salah satu pengguna Facebook, YWP, pada Kamis (8/8/2019).

Melihat adanya pilihan lima jenis kelamin yang diambilnya dari puskesmas, lantas YWP mempertanyakan hal tersebut di akun Facebook-nya.

"Saya kira jenis kelamin itu cuman ada 2 ternyata sekarang ada 5 pilihan," tulis YWP dalam unggahan itu.

Hingga saat ini, unggahan foto formulir dengan lima jenis kelamin ini telah direspons sebanyak 107 kali dan telah dikomentari sebanyak 101 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

 

Penelusuran Media

Mengetahui adanya formulir dengan pilihan 5 jenis kelamin itu, wartawan sejumlah media mengonfirmasi hal tersebut di Kantor Dinas Kominfo Yogyakarta.

"Hari Selasa lalu saya periksa. Saya belum pernah pakai BPJS, lalu periksa ke puskesmas," ujar YWP, dalam jumpa pers di Kantor Dinas Kominfo, Jumat (9/8/2019).

Pada kesempatan itu, YWP mengungkapkan bahwa ketika ia datang ke Puskesmas Umbulharjo II, ia diminta petugas untuk mengisi formulir pasien baru.

Kemudian, YWP memfoto formulir tersebut lantaran dirinya baru memakai BPJS setelah 10 tahun lebih membayar BPJS.

Empat hari setelah itu, YWP mengunggah foto tersebut di akun Facebook-nya dan menyadari ada lima jenis kelamin yang tertera pada formulir. Ia pun mempertanyakan hal tersebut.

"Saya menulis, saya kira jenis kelamin itu ada dua, tapi ternyata sekarang ada lima. Ya hanya ingin tahu yang tiga itu apa? Itu sih, tidak ada niatan lain," ujar YWP.

 

Tanggapan Dinas Kesehatan

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia, mengungkapkan bahwa formulir yang beredar benar dari salah satu puskesmas di Kota Yogyakarta, tetapi formulir tersebut tidak seharusnya diberikan kepada pasien baru.

"Format formulir untuk pasien baru hanya berisi dua pilihan jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Sementara formulir yang beredar dengan lima jenis kelamin hanya untuk keperluan internal puskesmas," ujar Fita.

Menurutnya, kemungkinan ada kelalaian petugas dalam memberikan formulir kepada pasien baru.

Adapun informasi terkait jenis kelamin tersebut dianggap penting dan diperlukan untuk mengidentifikasi kondisi medis atau diagnosis pasien.

"Ada hal-hal atau info itu yang kami butuhkan untuk kepentingan jajaran kesehatan. Di kesehatan juga ada hal-hal yang tidak boleh di-ekspose. Kami, tenaga kesehatan, pun tidak boleh mengeluarkan karena rahasia pasien," ujar Fita.

Atas kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta akan lebih berhati-hati dalam melayani pasien. [yhr]


Komentar Pembaca