Kabut Asap Masih Pekat, Sudah 10 Jadi Tersangka

Daerah  KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 08:05 WIB | Warni Arwindi

Kabut Asap Masih Pekat, Sudah 10 Jadi Tersangka

MoeslimChoice | Hingga Rabu, 7/8/19, tercatat 10 orang warga telah menjadi tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan. Demikian kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Dedi bilang kepolisian sudah mengaktifkan posko satgas Karhutla dari Bareskrim. Dari pantauan dia menyebutkan titik kebakaran sudah menurun.

Awalnya, kata Dedi, terdapat puluhan titik kebakaran tetapi saat ini terpantau 12 titik. "Kemarin sudah mengalami penurunan secara signifikan. Dari awalnya sekitar puluhan kemarin 12 titik. Sebagian besar di Kalimantan, Sumatera di Kalsel dan Kaltim,"  ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 7/8/19.

Menegani tersangka, Dedi mengungkapkan 10 warga tersebut diamankan di Riau dan Jambi. "Yang berhasil diamankan sekitar 10 orang itu lebih banyak kepada individu dari wilayah Sumatera di Riau dan Jambi. Status tersangka," ujarnya

Untuk titik panas yang terdeteksi,  Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, merupakan yang terbanyak sepanjang 2019 ini. Sedikitnya empat kecamatan di kabupaten itu membara akhir pekan ini, yaitu Keritang, Gaung Anak Serka, Enok dan Batang Tuaka.

Selanjutnya, Pelalawan masih menjadi salah satu penyumbang titik panas utama di Riau dengan jumlah mencapai 23 titik. Angka itu berkurang dibanding awal pekan ini yang sempat menyentuh angka 60 titik lebih.

Selain itu, titik panas juga muncul di Bengkalis (4), Rokan Hilir (9), Siak (31), Kuansing (1), Kampar (1), Dumai (2).

Masih di Riau, BMKG menyatakan keberadaan titik panas juga terdeteksi di sejumlah provinsi di Pulau Andalas, Sumatera. Di Jambi, BMKG menyebut terdapat 41 titik panas, Lampung 24 titik, Kepulauan Riau 13 titik, Sumatera Selatan delapan dan Sumatera Barat 24 titik.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menginstruksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak tegas anggotanya yang tidak becus menangani kebakaran hutan dan lahan. Jadi, mungkin jumlah tersangkanya bertambah lagi.


Komentar Pembaca