Bagi yang Mau Berkurban, 10 Hari Jelang Idul Adha Dilarang Potong Rambut dan Kuku

Kajian  JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 18:00 WIB

Bagi yang Mau Berkurban, 10 Hari Jelang Idul Adha Dilarang Potong Rambut dan Kuku

Moeslimchoice - Saat ini sudah memasuki bulan Zulhijah. Pertanda bahwa umat Muslim segera melakukan perayaan Idul Adha. 

Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah 1440 hijriah atau bila dilihat dari kalender masehi akan jatuh pada 11 Agustus 2019.

Menjelang perayaan Idul Adha ini, disunahkan untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku bagi yang mau berkuban.

Melansir dari berbagai sumber, ada perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini. Setidaknya ada tiga mahzab yang berpandangan berbeda dalam membahas syarat sah berkurban.

Pertama, para ulama dari mazhab Hambali mengatakan, hukumnya wajib menjaga diri untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku, bagi yang hendak berkurban sejak masuk Zulhijah hingga selesai penyembelihan hewan kurban.

Sedangkan menurut mazhab Maliki dan Syafi’i, mereka berpandangan bahwa disunahkan untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku bagi yang akan berkurban. Hal itu dilakukan dari mulai tanggal 1 Zulhijah sampai selesai penyembelihan hewan kurban.

Pada intinya, para ulama berpandangan bahwa hal itu bukan sebagai sebuah larangan yang bersifat haram. Tapi lebih bersifat pada makruh nih, Bun.

Terakhir, menurut pengikut mazhab Hanafi, larangan untuk mencukur rambut dan memotong kuku hanya diberlakukan pada orang-orang berihram saja. Baik ihram haji atau umrah. Sedangkan orang-orang yang berkurban di Tanah Air tidak berkewajiban untuk menahan diri memotong rambut dan kuku.

Untuk menguatkan pilihan, ada pendapat dari Ustaz Abdul Somad yang bisa dijadikan rujukan. Mengutip isi ceramahnya dari channel YouTubenya juga mengatakan agar para orang yang berkurban menahan diri untuk mencukur rambut dan memotong kuku.

“Kalau kamu melihat hilal bulan 1 Zulhijah, kamu mau berkurban jangan potong kumis, jangan cukur kumis, jangan cukur jenggot, jangan pangkas rambut, jangan potong kuku dari tanggal satu sampai tanggal 10, berarti hukumnya sunah,” ungkap Abdul Somad.

Menurutnya, penting untuk dijelaskan bahwa hukumnya sunah agar tidak menimbulkan kebingungan di antara umat Islam sendiri, Bun.

“Pelajaran dari situ yang bisa diambil adalah terapi. Rambut panjang, kuku panjang setelah tanggal 10 kembali dengan rambut baru itu jadi terapi,” tegasnya.


Komentar Pembaca
Korupsi: Extra Ordinary, Ordinary, atau Orderan
Taichan Mengalir

Taichan Mengalir

22 Sep, 2019 | 04:09

Heboh Sendiri

Heboh Sendiri

21 Sep, 2019 | 07:34

Shankly Dixie

Shankly Dixie

20 Sep, 2019 | 04:16

Perbedaan Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah
Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi