Poros 3 Kota Desak Pemulangan Habib Rizieq

Polhukam  RABU, 31 JULI 2019 | 23:08 WIB | Ilham Akbar

Poros 3 Kota Desak Pemulangan Habib Rizieq

MoeslimChoice | Para tokoh yang berasal dari tiga kota (Jakarta, Yogya, dan Solo) mendesak Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto memulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia. Yang dari Jakarta Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang MS Kaban dan Lieus Sungkharisma; dari Yogya, politisi PPP Khittah Yogya Syukri Fadholi; dan dari Solo tokoh pergerakan Mega Bintang pada 90-an Mudrick Sangidoe.

Pertemuan para tokoh yang membentuk poros tiga kota itu berlangsung di rumah makan Bale Ayu Jombor, Jalan Magelang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu, 31/7/19. Namun, belum jelas apa langkah selanjutnya setelah menyampaikan desakan politik dari Yogya kali ini.

"Negara harus menunjukkan bahwasannya pemerintah itu punya niat baik terhadap seluruh warga negaranya. Toh saudara-saudara kita di tempat lain yang mau pulang juga akan dilindungi, kenapa Habib Rizieq dipersulit?" kata MS Kaban dalam pertemuan itu.

Lantas Kaban membandingkan antara perlakuan pemerintah terhadap Rizieq dan terdakwa kasus UU ITE Baiq Nuril yang belakangan menerima amnesti dari Presiden Joko Widodo. "Kalau ada Ibu Baiq Nuril mendapatkan amnesti ya amnestilah semuanya. Ya begitu juga seperti Habib Rizieq. Dia warga negara Indonesia yang baik," kata eks Menteri Kehutanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Sedangkan Mudrick menambahkan, selain menjadi tanggung jawab Jokowi, pemulangan Rizieq juga menjadi kewajiban moral bagi Prabowo. "Mestinya Pak Prabowo punya pemikiran harus jemput Habib Rizieq, menjadi kewajiban moral untuk membawa pulang Pak Habib Rizieq ke Indonesia," kata dia.

Hal senada dikemukakan Lieus Sungkharisma. Dia menyatakan bila kubu Jokowi dan Prabowo mau melakukan rekonsiliasi untuk menciptakan suasana sejuk usai Pilpres 2019, Rizieq harus segera dipulangkan ke Indonesia. "Ingat Ijtima' Ulama 2 butir 16 saya masih ingat, kalau Pak Prabowo menang akan jemput, terus kalau kalah enggak jemput? Ya tetap harus jemput," ujar Lieus yang kini masih berstatus tersangka kasus dugaan makar.

Dia bilang, ada perlakuan zalim kepada Habib Rizieq. "Kita harus bersuara ketika ada ketidakadilan. Pertemuan MRT, biarin yang mau bagi-bagi kursi, tapi kan (Pemilu) 2024 kita nilai, mana yang konsisten perjuangkan kepentingan rakyat. Habib (Rizieq) sudah wajib dikembalikan, nggak ada alasan,” tandasnya.

Nah, apa kata  Syukri Fadholi?  Ia menjelaskan poros tiga terbentuk lantaran keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Pemulangan Rizieq, kata dia, menjadi salah satu perhatian kelompok ini.

"Ini bukan makar, ini gerakan moral dalam rangka cinta kita kepada NKRI. Kita harus bela rakyat, kebijakan negara harus berpijak kepada rakyat," tandas Sukri.


Komentar Pembaca