Meikarta | Ridwan Kamil Penasaran Mau Tanya Langsung Iwa Karniwa

Hukum  SELASA, 30 JULI 2019 | 09:45 WIB | Warni Arwindi

Meikarta | Ridwan Kamil Penasaran Mau Tanya Langsung Iwa Karniwa

Proyek Meikarta

MoeslimChoice | Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) penasaran dengan status hukum Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar), Iwa Karniwa yang ditetapkan sebagai tersangka suap Meikarta oleh Komisi Pembrantasan Korupsi. Jadi Emil berencana menemui Iwa Karniwa langsung untuk menanyakan perihal berita penetapan tersangka itu.

Emil pun enggan berkomentar lebih jauh mengenai status hukum Iwa. Rencananya akan disampaikan lebih lanjut hari ini, Selasa, 30/7/19.

"Saya akan bertanya kepada yang bersangkutan dengan situasi hukumnya," kata Emil itu di Hotel Cotyard, Jalan Dago Kota Bandung, Senin, 29/7/19 malam seperti dikutip RMOL Jabar. Meski sudah mendengar kabar tentang penetapan tersangka Iwa oleh KPK, Emil bilang akan mendalami  informasi itu agar lebih jelas.

"Sekarang saya belum mendapat informasi A1 yang sitatnya langsung. Jadi, hormati proses supaya nanti memberitakannya juga poin-poinnya banyak. Kalau sekarang saya betul-betul takut salah. Besok kita ketemu lagi kalau bisa," tandasnya.

Hingga Senin malam, memang belum ada keterangan langsung Iwa terkait statusnya yang kini menjadi tersangka. Berdasarkan pengakuan satpam di rumah dinasnya yang berada di Jalan Aria Jipang, Kota Bandung, Iwa tidak ada di lokasi malam itu.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Iwa sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap izin proyek Meikarta. Iwa diduga menerima aliran suap dari proyek Meikarta sebesar Rp900 juta terkait dengan pengurusan RDTR di Provinsi Jawa Barat.

"Sejak 10 Juli 2019 KPK melakukan penyidikan untuk tersangka IWK (Iwa Karniwa), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat 2015 hingga sekarang dalam perkara dugaan suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di gedung KPK, Senin, 29/7/19 petang.

Atas perbuatannya Iwa Karniwa diduga melanggar pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Komentar Pembaca