Benarkah Islam Melarang Kerja Malam Hari? Ini Penjelasannya

Kajian  MINGGU, 21 JULI 2019 | 19:00 WIB

Benarkah Islam Melarang Kerja Malam Hari? Ini Penjelasannya

Moeslimchoice- Bekerja merupakan salah satu aktivitas yang penting untuk dilakukan oleh seorang muslim. Karena, hal ini merupakan salah satu ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan primernya sebagai manusia juga sebagai pendukung dalam melakukan ibdah dan perbuatan baik lainnya.

Bekerja tentu ada waktunya dan kita sebagai umat Islam harus mengetahui aturan-aturan juga batasan-batasan bekerja yang sesuai dengan syari’at Islam. Seperti ada sebuah pertanyaan: Apakah benar Islam melarang bekerja di waktu malam hari? Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits.

Dalam banyak ayat, Allah menjelaskan bahwa diantara nikmat yang Allah berikan kepada manusia, Allah jadikan adanya siang malam dalam hidup mereka. Sehingga mereka bisa melakukan aktivitas yang sesuai di masing-masing waktu.

Diantaranya, firman Allah,

وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. al-Qashas: 73).

Termasuk juga firman Allah,

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun untuk bekerja. (QS. al-Furqan: 47).

Juga firman Allah di surat an-Naba,

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

Aku jadikan siang hari sebagai tempat untuk mencari nafkah. (QS. an-Naba: 11)

Semua ayat di atas, konteksnya adalah menjelaskan nikmat Allah berupa adanya waktu siang dan malam, sehingga mereka bisa beraktivitas sesuai kondisinya masing-masing.

Ketika orang melakukan aktivitas yang sesuai, hidupnya akan bisa berjalan lebih normal. Karena itu sesuai kodratnya.

Al-Hafidz Ibnu Katsir menjelaskan,

وقوله: { وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا } أي: جعلناه مشرقا مُنيرًا مضيئًا، ليتمكن الناس من التصرف فيه والذهاب والمجيء للمعاش والتكسب والتجارات، وغير ذلك.

Firman Allah, “Aku jadikan waktu siang sebagai waktu untuk mencari penghidupan” artinya, Aku jadikan siang itu bercahaya, terang, sehingga memungkinkan bagi manusia untuk beraktivitas, pulang pergi, dalam rangka mencari nafkah, bekerja, berdagang, dan yang lainnya. (Ibnu Katsir, 8/303).(Ang)


Komentar Pembaca
Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji
Jadilah Muslim yang Merdeka

Jadilah Muslim yang Merdeka

17 Agu, 2019 | 13:15

Makna Kemerdekaan dalam Teks Proklamasi
Proklamasi

Proklamasi

17 Agu, 2019 | 06:42

Dzikir Kalimat ini Pahalanya Sama dengan Berinfaq
Kopi Cowas

Kopi Cowas

16 Agu, 2019 | 06:08