Darmin Mau OJK Bisa Arahkan Penurunan Suku Bunga

Ekonomi  SABTU, 20 JULI 2019 | 08:40 WIB | Warni Arwindi

Darmin Mau OJK Bisa Arahkan Penurunan Suku Bunga

MoeslimChoice | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penurunan bunga kredit oleh perbankan diperlukan agar industri dan masyarakat bisa segera memanfaatkan pelonggaran kebijakan moneter yang sudah diberikan bank sentral. Jadi, ia berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendorong penurunan suku bunga sebagaimana lebih dulu dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia.

"Pemerintah sudah, sekarang BI, ya mudah-mudahan nanti OJK juga bisa. Artinya dia bisa melakukan untuk mendorong (agar bunga kredit bank turun), ya itu misalnya," ungkap Darmin di kantornya, Jumat, 19/7/19.

Toh Darmin belum bisa memperkirakan seberapa besar pengaruh penurunan bunga acuan BI terhadap laju pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi indikator konsumsi masyarakat. Sebab, dampaknya bisa saja tetap minim bila tidak didukung oleh indikator lain seperti investasi.

"Semua ada pengaruhnya, tapi masing-masing ada gilirannya bergerak. Ekonomi bergeraknya jangan langsung ke konsumsi, tapi investasi dulu, setelah itu baru konsumsi," jelasnya.

Di sisi lain, ia melihat ruang penurunan suku bunga acuan BI masih sejalan dengan arah kebijakan moneter dunia yang mengarah pada pemangkasan. Hal ini terjadi karena ekonomi dunia tengah kehilangan gairah, termasuk negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS).

"AS pun ekonominya tidak berjalan sebagaimana mereka harapkan, sehingga perlu (pelonggaran bunga acuan)," katanya.

Ia juga berharap kebijakan pelonggaran bunga acuan bisa pula segera memberi dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Pasalnya, ia mengklaim pemerintah sudah berupaya mengambil berbagai kebijakan untuk menjaga ekonomi, khususnya di sektor fiskal. Salah satu upaya ialah dengan memberi stimulus pendapatan bagi masyarakat dan memberi insentif diskon pajak kepada industri.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menurunkan 7DRRR (7 day reserve repo rate) BI sebesar 25 bps menjadi 6,75 persen pada bulan ini. Namun, tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility tetap di level 5 persen dan 6,5 persen.

Keputusan ini diambil usai mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan domestik. Bahkan, BI membuka peluang untuk kembali menurunkan bunga acuan ke depan. "BI akan akomodatif dalam beberapa kebijakan dan akan terus ke depannya. Apa itu akomodatifnya? Lewat pelonggaran  likuiditas dan penurunan suku bunganya," tutur Gubernur BI Perry Warjiyo.

Jika OJK ikut, dampaknya akan lebih terasa di perbankan swasta. Kita lihat saja.


Komentar Pembaca