Jembatan Sumsel Babel Rp15 Triliun | Studi Kelayakan Mulai 2020

Ekonomi  JUMAT, 19 JULI 2019 | 17:59 WIB | Warni Arwindi

Jembatan Sumsel Babel Rp15 Triliun | Studi Kelayakan Mulai 2020

Gubernur Sumsel dan Menteri PUPR bersama kepala daerah lainnya.

MoeslimChoice | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun jembatan penghubung antara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung ( Babel). Studi kelayakan proyek yang melintas Selat Bangka itu akan mulai pada 2020.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, lokasi awal pembangunan jembatan penghubung berada Desa Tanjung Tapah, Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan akan tembus ke Bangka Tengah. Pihak Kementerian PUPR, kata Herman, telah menyetujui proyek pembangunan jembatan tersebut.

"Keuntungannya banyak kalau jembatan ini dibangun di OKI. Salah satunya pelayanan penerbangan, warga tidak perlu ke Palembang, pesawatnya bisa ke Bangka. Terus lagi bahan pokok di Babel itu mahal, seperti beras dan sayur-sayuran, pedagang Sumsel kan bisa masuk," ujar Herman usai menggelar rapat di Griya Agung Palembang, Sumsel, Jumat, 19/7/19.

Sebelumnya, Herman Deru mengajak para kepala daerah menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mulyono di Jakarta, Kamis, 18/7/19. Ikut dalam rombongan selain Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan, sejumlah kepala daerah seperti Wali Kota Palembang H.Harnojoyo, Wali Kota Lubuk Linggau H. Prana Putra Sohe, tampak pula Bupati Banyuasin H.Askolani, Bupati Kabupaten OKI H.Iskandar SE dalam rapat itu,  Hadir juga Bupati Kabupaten Empat Lawang Joncik Muhammad dan Bupati Bangka Selatan.

Nah Herman bilang, sebelum pembangunan dimulai, pada 2020 akan lebih dulu dilakukan feasibility study yang dibiayai langsung oleh Kementerian PUPR.

Pembangunan jembatan dengan panjang 13 km tersebut diklaim Herman sangat dibutuhkan agar akses antar dua provinsi menjadi dekat. Alasannya, selama ini warga hanya bisa lewat dengan transportasi laut baik itu dari Sumsel-Babel maupun sebaliknya dengan waktu tempuh sekitar satu malam.

Selain akses perdagangan yang terbuka ketika jembatan tersebut dibangun, pertahanan negara pun diungkapkan Herman akan menjadi semakin dekat. Seperti halnya pergeseran pasukan Kodam II Sriwijaya ke Bangka Belitung.

"Pembangunan jembatan ini juga ada dukungan dari Kodam, karena ini juga bisa mobilisasi personel untuk ketahanan negara. Kalau naik kapal, butuh satu malam. Misalnya mau kirim peralatan, personel, tidak butuh waktu lama," ujarnya.

Mengenai konstruksinya, Herman Deru menjelaskan, panjang jembatan sekitar 13 kilometer. "Nilai investasinya sekitar Rp 15 triliun lebih. Seluruhnya dari Kementerian PU," kata Herman.


Komentar Pembaca