Kesultanan Tidore Kedatangan Tamu dari Portugal dan Spanyol

Wisata  JUMAT, 19 JULI 2019 | 09:25 WIB | Ida Iryani

Kesultanan Tidore Kedatangan Tamu dari Portugal dan Spanyol

MoeslimChoice | Kesultanan Tidore, Maluku Utara, menerima 11 delegasi Global Network Magellan Cities (GNMC) terkait sejarah ekspedisi Ferdinand Magellan dan Juan Sebastian de Elcano pada abad ke-16. Toh para tamu itu harus menunggu sejenak karena tiba di saat bertepatan dengan waktu salat magrib.

 

Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, melalui penerjemah menyampaikan kepada para tamu untuk menunggu sejenak hingga usai salat. Selang beberapa menit kemudian, Sultan baru menemui para tamunya.

Sultan ditemani permaisuri, penerjemah bahasa, lantas bercakap dengan Catarina Marques De Almeida Vas Pinto, Anggota Dewan Kebudayaan Kota Lisbon, Portugal, dan Wakil Wali Kota Delegasi Departemen Permukinan Perkotaan, Kebudayaan dan Pariwisata Dewan Kota Seville, Spanyol, Antonio Munoz Martinez.

Sebelum memberikan sambutan di hadapan rombongan delegasi, Husain memperkenalkan satu-persatu perangkat adat Kesultanan Tidore, sekaligus jabatan dan fungsinya masing-masing.  "Inilah miniatur pemerintahan yang diadopsi menjadi sebuah negara bernama Negara Kerakyatan Republik Indonesia. Ini masih bertahan dan terpelihara dengan baik hingga sekarang," ujar Husain.

Toh Sultan Husain tak berkeinginan mengulas sejarah lebih jauh. Baginya, Tidore di masa lalu telah menjalin hubungan dengan negara-negara luar. "Semua telah dilakukan oleh pendahulu kita. Jadi pada prinsipnya, sebagai Sultan Tidore, saya merasa terhormat atas kehadiran tuan-tuan di negeri kami ini," tuturnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Delegasi Departemen Permukinan Perkotaan, Kebudayaan dan Pariwisata Dewan Kota Seville, Spanyol, Antonio Munoz Martinez mengisahkan Tidore dalam kaitannya dengan Magellan. Dia bilang, ekspedisi Magellan merupakan tonggak maritim Eropa yang paling penting, karena merupakan ekspedisi pertama yang berhasil mengelilingi dunia.
 
Ekspedisi itu, sambungnya, membuktikan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Sedangkan Ternate dan Tidore pada masa itu sudah menjadi episentrum sekaligus menentukan pembentukan geopolitik global, karena peran pentingnya sebagai pusat rempah dunia.
 
Kehadiran Magellan di Tidore dianggap telah mempertemukan dunia Barat dan Timur. Kedatangan Spanyol di Tidore dicatat oleh Antonio Pigafetta, seorang sejarawan dan etnolog Italia yang turut dalam ekspedisi itu.
 
Dari latar belakang sejarah tersebut, Tidore pun ditetapkan menjadi anggota Jaringan Global Kota Magellan atau Global Network Magellan Cities (GMNC) dalam pertemuan kelima di Cebu, Philipina pada Februari 2016.
 
Martinez menegaskan, posisi Tidore sangat penting dalam jaringan ini. Karena itu ia berharap, Tidore dapat membangun kerja sama dengan baik. "Mulai dari bidang perdagangan, pariwisata, hingga investasi," ujarnya.
 
Menurut dia, tersusunnya konsep Indo Pacific sebagai platform, untuk mempromosikan potensi ekonomi, sosial budaya dan pariwisata Indonesia, terkhusus Tidore. "Sekaligus penguatan kerja sama di bidang ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan dengan negara-negara anggota GNMC. Termasuk 3 negara UE yakni Portugal, Spanyol dan Italia," jelasnya.


Komentar Pembaca