Tersangkut Kasus Dugaan Persengkokolan Bisnis, Grab Indonesia Hormati Langkah KPPU

Ekonomi  KAMIS, 18 JULI 2019 | 21:00 WIB

Tersangkut Kasus Dugaan Persengkokolan Bisnis, Grab Indonesia Hormati Langkah KPPU

Foto Ilustrasi/net

Moeslimchoice | Perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi, Grab Indonesia menyatakan menghormati dan mendukung proses hukum terkait dugaan diskriminasi usaha yang melibatkan Grab dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) sebagai mitranya . Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“Kami senantiasa menghormati dan akan mendukung semua proses hukum yang sedang berjalan,” kata Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Kamis (18/7).

Melalui keterangan tersebut, ia juga menegasakn bahwa sejak didirikan, Grab hadir dengan semangat mensejahterakan masyarakat lewat pemberian kesempatan mendapatkan penghasilan yang adil dan setara untuk semua mitra.

“Kami selalu berkomitmen untuk senantiasa memberikan perlakuan yang sama kepada mitra pengemudi Grab. Tidak ada perbedaan perlakuan kepada mitra pengemudi Grab baik yang terdaftar di bawah TPI maupun badan hukum lainnya,” ungkapnya.

Grab, tambahnya, sejauh ini selalu mengedepankan kesejahteraan pengemudi dan memacu mereka bekerja dengan baik.

“Untuk itu kami juga memiliki sejumlah program, seperti melalui sistem rating bagi mitra pengemudi dari pelanggan untuk menilai kualitas layanan seperti kebersihan, kesopanan, kecakapan mengemudi dan standar pelayanan lainnya. Dengan sistem ini semua mitra pengemudi berkesempatan sama untuk mendapatkan status kualitas yang baik, dan tentunya hal ini yang akan diapresiasi oleh pelanggan melalui sistem kami,” tandas Sukma.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KPPU akan menjadwalkan persidangan dugaan praktik binis tak sehat yang dilakukan Grab Indonesia dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) selaku mitra. Keduanya diduga melakukan persekongkolan usaha yang merugikan driver (pengemudi) mandiri Grab roda empat (Grab Car).

KPPU mengungkapkan adanya dugaan kuat terkait perlakuan diskriminatif Grab yang mengistimewakan mitra pengemudi dari TPI dibandingkan mitra individual.

"TPI akan masuk ke persidangan, akan disidang dalam waktu dekat. TPI itu yang menaungi beberapa driver grab, ada yang di bawah TPI dan ada mandiri, ini untuk roda empat. Grab melakukan driskriminasi terhadap driver mandiri. Ini termasuk pelanggaran perusahaan tidak sehat. Para driver di TPI itu mendapat prioritas jadi tidak sehat dengan driver yang mandiri," kata Komisioner KPPU, Guntur Saragih. [zul]


Komentar Pembaca