Malam Gerhana Bulan, Jutaan Doa Dilangitkan di Hadapan Kabah

Info Haji 2019

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 18 JULI 2019 | 13:33 WIB

Malam Gerhana Bulan, Jutaan Doa Dilangitkan di Hadapan Kabah

foto/net

Moeslimchoice. Pada Selasa (16/7) malam lalu atau Rabu (17/7) dini hari menjadi malam yang tak terlupakan baji jamaah haji bernama Dharmono. Pria berusia 42 tahun itu menjadi saksi terjadinya Gerhana Bulan yang juga terlihat di Makkah. 

Pada malam itu, Mono, sapaan akrabnya akan melaksanakan umrah wajib yang menjadi rangkaian perjalanan ibadah hajinya. Dengan mengumandangkan talbiyah ia langkahkan kaki menuju Baitullah dari pemondokan di wilayah Raudhah, Makkah. Labbaik allah humma labbaik. Labbaika laa syarika laka labbaik.. Innal hamda wa ni’matalak, wal mulka laa syarikalak..

Setibanya di Masjidil Haram, Mono makin tak kuasa mengendalikan getaran hatinya. Bersama sang istri, Zubaedah dan 390an jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang pertama Jakarta Pondok Gede (JKG-01), memulai putaran thawafnya.  

Keindahan suasana thawaf makin dirasakan Mono, mengingat malam ini juga terjadi fenomena alam gerhana bulan. Bisa thawaf mengelilingi Ka'bah saja sudah sebuah keajaiban, ditambah lagi ia menyaksikan gerhana bulan di langit Makkah. 

"Selama ini saya cuma liat Ka'bah itu di gambar di tivi. Jadi gak bisa bayangkan gimana campur aduknya gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ditambah dengan indahnya gerhana yang bisa kita saksikan langsung saat thawaf," tutur ayah satu anak ini. 

Sambil mengelilingi Ka'bah, Mono memanjatkan segala hajat yang terpendam dalam relung hatinya. 

"Saya panjatkan doa keselamatan untuk saya keluarga dan teman-teman agar lekas dipanggil ke sini. Saya pun berdoa untuk diri sendiri semoga saya selalu bisa bermanfaat untuk orang lain dimanapun saya berada," ujarnya. 

Mono tak sendiri. Selain doa-doa yang ia panjatkan saat thawaf, ia bersama ribuat umat Muslim dari seluruh penjuru dunia pun melangitkan jutaan doa usai shalat gerhana bulan (shalat khusuf) yang dilaksanakan berjamaah di hadapan Ka'bah. 

"Saya juga dapat cerita dari pembimbing ibadah di sini dengan bisa berada di sini pas umroh wajib menyaksikan dan menjalankan shalat gerhana di depan Ka'bah tidak setiap orang punya kesempatan seperti ini," ucapnya.

Shalat yang dipimpin Syekh Abdullah bin ‘Awwad Aljuhany ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat selama hampir satu jam yakni dimulai pada hari Selasa (16/7) pukul 23.20 hingga Rabu (17/7) pukul 00.15 waktu Saudi.

"Mari kita tingkatkan taqwa dan ingat bahwa fenomena alam ini adalah tanda kekuasaan Allah," pesan khatib dalam khutbahnya yang disampaikan usai shalat Khusuf berjamaah. [mel]


Komentar Pembaca