Soal KTP Palsu Pablo Benua, Ini Penjelasan Pemkot Depok

Islamtainment  SELASA, 16 JULI 2019 | 09:06 WIB

Soal KTP Palsu Pablo Benua, Ini Penjelasan Pemkot Depok

Tak hanya STNK, Pablo Benua juga ketahuan memiliki banyak KTP palsu

MoeslimChoice | Pasangan suami-istri, Rey Utami dan Pablo Benua, ditahan di Polda Metro Jaya dalam kasus video ikan asin di Youtube.

Namun, baru-baru ini, jagat maya diramaikan banyaknya kartu identitas yang dimiliki oleh Pablo Benua.

Pasalnya, diketahui beberapa Kartu Identitas Penduduk (KTP) itu merupakan palsu. Salah satunya foto KTP Depok yang disebut milik Pablo Benua.

KTP Depok itu juga beredar di media sosial. Dalam KTP itu tercantum Pablo tinggal di Jalan Kembang Raya, Nomor 40, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Kepala Seksi Identitas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Depok, Jaka Susanta, mengatakan, KTP Depok yang beredar di media sosial adalah palsu.

Jaka mengakui, Pablo Benua memang pernah tinggal di kawasan Sukmajaya, Depok. Namun, Pablo tinggal di Depok pada tahun 2017 dan hanya tinggal selama dua bulan.

"Yang beredar kan KTP 2014, sementara dia (Pablo) tinggal di Depok baru tahun 2017, ya enggak sinkron," ucap Jaka saat dihubungi wartawan, Senin (15/7/2019).

Ia menceritakan, pada 2017 silam, Pablo dan Rey Utami datang ke Kantor Disdukcapil, mengajukan permohonan pembuatan KTP.

Namun, permintaan itu ditolak lantaran keduanya tidak memiliki Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) dari kota asalnya, Medan (Sumatera Utara). Adapun berkas tersebut merupakan syarat mutlak untuk pembuatan KTP.

Setelah memiliki SKPWNI dari Medan, Pablo dan Rey Utama kembali datang ke Disdukcapil. Tetapi, niatnya itu kembali ditolak karena Pablo meminta Disdukcapil untuk mengubah identitasnya di KTP baru tersebut.

Jaka juga mengungkapkan, nama identitas Pablo yang dikeluarkan pihaknya saat itu bernama Frederick Anggasastra.

Ia mengatakan, setelah tinggal di Depok selama dua bulan, Pablo kemudian pindah ke Bogor.

"Dia tinggal di Depok itu April awal, terus dia pindah Juli awal, kalau tidak salah," tuturnya. [yhr]


Komentar Pembaca