Kena Dampak Proyek Tol, KPAI: Kesehatan Murid SMPN 21 Kota Tangerang Diperhatikan

Pendidikan  MINGGU, 14 JULI 2019 | 14:25 WIB

Kena Dampak Proyek Tol, KPAI: Kesehatan Murid SMPN 21 Kota Tangerang Diperhatikan

Foto istimewa

MoeslimChoice | Dikatakan Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati, pihak SMP Negeri 21 Kota Tangerang, yang kini terkepung proyek tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, harus proaktif berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang dan pihak pengembang.

Lebih lanjut Rita menyebutkan, semua pihak harus meminimalkan dampak kesehatan terutama bagi para murid sekolah itu.

"Terganggu pasti, tapi bagaimana itu bisa direduksi. Termasuk jalan akses masuk dan tempat mereka jajan. Harus diukur juga debunya seberapa, level yang bisa ditoleransi, kalau tidak kan kasiahan anak-anak," terang Rita, Sabtu (13/07/2019).

Kemudian Rita menyarankan, agar anak-anak tidak terlalu terkontaminasi debu, jadwal pembangunan tidak berbarengan dengan kegiatan belajar-mengajar.

"Misal, kalau siang nggak pengerjaan dulu. Itu bagian dari solusi yang harus dibicarakan. Pengerjaannya bagaimana, apakah yang bagian dekat sekolah itu bisa dikerjakan malam hari," ungkap dia.

Pembangunan tol di dekat sekolah itu tetap dilaksanakan. Namun, sekolah itu jadi terkepung material pembangunan tol. Gunung tanah setinggi 2-3 meter di dekat sekolah menjadi yang paling menganggu. Sebab, saat angin berhembus, debu dan tanah masuk ke dalam area sekolah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SMP Negeri 21 Kota Tangerang Sarnoto mengatakan, proyek Tol itu menganggu kesehatan murid dan guru di sekolah itu.


Komentar Pembaca