Puluhan Perempuan Berhijab Tolak RUU P-KS Dengan Melakban Mulut

Nasional  MINGGU, 14 JULI 2019 | 13:30 WIB

Puluhan Perempuan Berhijab Tolak RUU P-KS Dengan Melakban Mulut

Foto istimewa

MoeslimChoice | Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) terus mendapat penolakan karena dinilai bisa merugikan kaum perempuan. Sejumlah pendemo pun melakukan aksi penolakan di tengah berlangsungnya Car Free Day di Jakarta, Minggu (14/7/19).

Puluhan wanita berhijab yang tergabung dalam Aliansi Cerahkan Negeri ini menggelar aksi menolak RUU P-KS di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Bukan hanya menolak RUU P-KS, mereka juga ingin Komnas Perempuan lebih mendengarkan suara masyarakat.

Terlihat, puluhan wanita berhijab tersebut terlihat memegang kertas bertuliskan "Menolak RUU P-KS'. Selain itu, mereka juga membawa sebuah spanduk berwarna hitam bertuliskan '#TOLAKRUUPKS'.

Tak hanya itu, para wanita berhijab itu terlihat memegang pamflet dengan berbagai tulisan. Di antaranya 'Tolak RUU P-KS', 'Suara Kami Dibungkam', dan 'RUU P-KS Bukan Solusi untuk Indonesia'. Selain itu mereka juga nekat menutup mulut dengan menggunakan lakban berwarna hitam.

Koordinator Aksi dari Aliansi Cerahkan Negeri Alawiyah menyebutkan, aksi ini dilakukan untuk menolak RUU P-KS yang tengah digodok di DPR RI. Aksi ini juga dilakukan untuk memperlihatkan reaksi para wanita yang memiliki visi yang sama, karena hingga saat ini aspirasi mereka diabaikan oleh pemerintah.

"Hari ini ada 40 orang. Kita di sini merupakan kumpulan orang-orang yang sepakat menolak RUU P-KS. Kita sengaja aksi di sini mau menyuarakan suara kami. Karena sampai saat ini Komnas Perempuan mengabaikan suara kami," tutur Alawiyah, Minggu (14/7/19).

Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, sambung Alawiyah, tidak mendengarkan suara para perempuan yang menolak RUU tersebut. Menurutnya, Komnas Perempuan tidak membela para perempuan Indonesia.

"Pertama pengusung dari Komnas Perempuan, memangnya selama ini yang mereka bela orang-orang kebanyakan? Memangnya perempuan baik-baik? LGBT kan yang ada selama ini (dibela) dan kenapa harus (RUU Penghapusan) kekerasan seksual gitu," tandasnya.

Penolakan itu juga dilakukan karena tidak adanya pasal tentang zina di dalam RUU P-KS. Sehingga hal tersebut dinilai melegalkan perzinahan bagi pasangan yang belum terikat pernikahan. Hal tersebut dinilai merugikan perempuan.

Lebih lanjut Alawiyah mengatakan, aksi ini bukan hanya terjadi di Jakarta. Beberapa kota di Indonesia juga serentak menggelar aksi serupa, menolak RUU P-KS.

"Hari ini ada beberapa kota juga yang mengadakan aksi. Seperti Bandung dan Padang juga aksi hari ini," imbuhnya.

Sehingga, jika DPR tetap mengesahkan RUU P-KS, maka aksi akan kembali dilakukan pada pekan depan secara serentak se-Indonesia.

"Pekan depan akan ada aksi serentak di beberapa kota yang menolak. Sama, yang kami suarakan menolak RUU P-KS," tukasnya.


Komentar Pembaca
BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

PolhukamKamis, 17 Oktober 2019 | 05:55

<b>Kabinet Jokowi</b> | Satu Kepala Daerah Jadi Menteri

Kabinet Jokowi | Satu Kepala Daerah Jadi Menteri

PolhukamRabu, 16 Oktober 2019 | 12:51

Purna Tugas Sebagai Mendikbud, Muhajir Puji Jokowi Setinggi Langit
 Kebakaran di Kampung Kapolri, Hanya Menyisakan Baju Di Badan

Kebakaran di Kampung Kapolri, Hanya Menyisakan Baju Di Badan

Tentang SumselRabu, 16 Oktober 2019 | 14:12

 Biar Muratara Makin Aman, Ini Solusi Dari HD

Biar Muratara Makin Aman, Ini Solusi Dari HD

Tentang SumselSabtu, 19 Oktober 2019 | 14:47

Pameran Dagang Internasional “Trade Expo Indonesia” Digelar di ICE BSD
Wahana Baru “Snowbay Kids  Pool” Baru Saja Diluncurkan
Kaisar Naruhito Mulai Bertakhta di Jepang

Kaisar Naruhito Mulai Bertakhta di Jepang

InternasionalSelasa, 22 Oktober 2019 | 08:27

Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Mentawai

Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Mentawai

DaerahSelasa, 22 Oktober 2019 | 07:34

Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah

Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah

PolhukamSelasa, 22 Oktober 2019 | 07:30