Story Telling Borobudur Bisa Jadi Magnet Magelang

Wisata  JUMAT, 12 JULI 2019 | 15:00 WIB

Story Telling Borobudur Bisa Jadi Magnet Magelang

Candi Borobudur

MoeslimChoice | Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti, mengusulkan agar Magelang menjadi destinasi pertama yang menjual experience tourism dengan memperkuat story telling pada portofolio bisnis pariwisatanya (culture, nature, dan manmade).

Story telling itu akan membuat wisatawan menjadi penasaran untuk datang ke Magelang.

“Secara khusus, Wapres Jusuf Kalla meminta kepada Menteri Pariwisata, Arief Yahya, untuk membuat story telling Borobubur agar lebih menarik di kalangan milenial,” kata Guntur Sakti dalam Media Gathering Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) yang diselenggarakan Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di MesaStalia Resort and Spa Magelang, Rabu (10/7/2019) malam.

Pesan dari story telling tersebut, kata Guntur Sakti, dapat disesuaikan dengan target audiensi yang akan disasar.

Misalnya, target audiens dari kelompok anak-anak diharapkan mereka akan mudah memahami sehingga bisa menjadi influencer karena mereka dapat menceritakan mengenai Borobudur dengan lebih baik.

“Magelang yang memiliki 5 gunung, 15 candi, dan 210 daya tarik wisata petualangan tentunya menjadi ladang yang menarik untuk story telling. Wisatawan akan dibuat penasaran untuk mendapatkan pengalaman atau experience tourism ketika berkunjung ke Magelang,” kata Guntur Sakti.

Pengembangan pariwisata Magelang, menurut Ketua Pesona Magelang (Pesma), Syahrudin, tidak lagi tersentral ke Candi Borobudur melainkan sudah menyebar ke berbagai destinasi, sehingga kini tumbuh banyak daya tarik wisata baru di antaranya wisata petualang (adventure) yang dikelola masyarakat setempat (komunitas).

Banyak produk pariwisata baru yang dikelola masyarakat, antara lain Arung Jeram Sungai Elo, pemandian air hangat Candi Umbul, Ketep Pass, petualangan (tracking) Gunung Andong, dan agrowisata Kebun Kopi (coffee plantation), di sekitar MesaStila Resort and Spa Magelang. Di resort MesaStila, pengunjung bisa menikmati suasa alam yang sejuk kebun kopi.

Tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Magelang mencapai 6,36 juta terdiri atas 5,9 juta wisnus dan 350.000 wisman yang sekitar 80 persen di antaranya mengunjungi Candi Borobudur.

Sementara, pada 2019 target kunjungan wisatawan ke Magelang sebesar 7 juta terdiri atas 6,5 juta wisnus dan 500.000 wisman yang sebagian besar mengunjungi Candi Borobudur serta destinasi wisata di sekitar Kabupaten Magelang.

 

Keuntungan Magelang

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, mengakui, banyak yang menduga candi terbesar itu berada di Yogyakarta. Padahal, candi itu ada di Magelang.

Candi Borobudur dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Taman Candi Wisata Borobudur (Persero).

"Jadi Magelang mendapat keuntungan tidak langsung dari ramainya Borobudur," katanya.

Banyak wisata yang kemudian ikut bergerak, ikut berdenyut. Dengan sendirinya banyak wisatawan datang berkunjung ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dengan keberadaan itu, pantas jika Magelang menjadi mesin penggerak pariwisata di destinasi branding Joglosemar (Jogya, Solo, dan Semarang) yang tahun ini ditargetkan dikunjungi 2 juta wisman.

Target itu, ujar Iwan, adalah sebesar 10 persen dari target nasional pada 2020 sebesar 20 juta wisman.

"Dari 2 juta wisman tersebut, 500.000 wisman di antaranya datang ke Candi Borobudur sebagai ikon pariwisata nasional serta destinasi pariwisata super prioritas,” katanya. [yhr]


Komentar Pembaca