Jokowi Mau Bangun Jembatan Terpanjang di Indonesia Tahun Depan

Ekonomi  KAMIS, 11 JULI 2019 | 22:39 WIB | Warni Arwindi

Jokowi Mau Bangun Jembatan Terpanjang di Indonesia Tahun Depan

Ilustrasi jembatan Batam-Bintan di Kepulauan Riau | Kementerian PUPR

MoeslimChoice | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempersiapkan kajian pembangunan Jembatan Batam–Bintan (Babin) di Kepulauan Riau (Kepri). Harap maklum, proyek jembatan sepanjang tujuh kilimoeter lebih yang akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia ini mau mulai pada tahun depan.

"Pembangunan Jembatan Babin, direncanakan mulai dibangun pada 2020, tentunya didasarkan kelayakan teknis dan ekonomisnya. Saya sempat bertanya Duta Besar Indonesia di Singapura saat datang ke sini, Singapura sedang membuat Terminal 5 Changi yang intermoda sampai ke Bintan, sehingga jembatan itu sangat mendukung sekali," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kamis, 11/7/19.

Menteri Basuki bilang, pembangunan jembatan itu bertujuan meningkatkan konektivitas, mengurangi biaya logistik di Kepri dan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, kawasan industri, serta pariwisata di Pulau Galang dan Bintan yang berdekatan dengan Singapura. Ia menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan jembatan Batam-Bintan untuk dibangun dengan masa konstruksinya sekitar 3-4 tahun.

Menurut rencana, Jembatan Babin memiliki empat tapak (pilar) utama yang memanjang dari barat ke timur mulai Tanjung Talok Pulau Batam, Pulau Ngenang, Pulau Tanjung Sauh, dan di Kecamatan Seri Kuala Lobam di Pulau Bintan. Panjang jembatan 7.035 meter yang pembangunannya dibagi menjadi 3 trase, yakni trase pertama menghubungkan Pulau Batam ke Pulau Tanjung Sauh sepanjang 2.124 meter, trase kedua Pulau Tanjung Sauh ke Pulau Buau sepanjang 4.056 meter dan trase ketiga Pulau Buau ke Pulau Bintan sepanjang 855 meter.

Tentang kajian proyek itu, Basuki bilang kementeriannya tengah menyusun studi kelayakan (Feasibility Study, FS) dan Detail Engineering Design (DED). Menurut dia, FS dan DED proyek jembatan di Kepri akan selesai akhir tahun ini juga.

Hitungan awal, biaya pembangunan Jembatan Babin diperkirakan mencapai Rp 3-4 triliun dengan skema tahun jamak (multiyears contrac). Namun, Menteri Basuki menekankan hitungan tersebut tergantung pada hasil DED yang tengah disusun Kementerian PUPR.

Pemerintah juga disebutnya membuka peluang partisipasi Badan Usaha dalam bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembiayaan Jembatan Batam-Bintan. Ada yang berminat?


Komentar Pembaca