Dapat Aspirasi Kuat, Fahri Hamzah Pastikan GARBI Akan Jadi Parpol

Polhukam  KAMIS, 11 JULI 2019 | 17:30 WIB

Dapat Aspirasi Kuat, Fahri Hamzah Pastikan GARBI Akan Jadi Parpol

foto/net

Moeslimchoice. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memastikan ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) yang digagasnya bersama Anis Matta akan menjadi partai politik. Fahri mengaku telah setahun ini bersafari ke seluruh Indonesia dan memperoleh aspirasi kuat dari para koleganya untuk menjadikan GARBI sebagai parpol.

"Ada gerakan pemikiran yang telah dimulai oleh GARBI di seluruh Indonesia, itu bisa kami teruskan menjadi sebuah gerakan politik berbentuk sebuah partai politik yang memecah kebekuan yang sekarang muncul di tengah-tengah masyarakat kita," kata Fahri kepada wartawan, Kamis (11/7).

Mantan wakil sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, aspirasi yang muncul soal GARBI telah disepakati dalam pembicaraan-pembicaraan informal. Karena itu, kata Fahri, kesepakatan yang sudah ada tinggal diformalkan.

Menurut Fahri, GARBI jika kelak menjadi parpol akan memberi ruang bagi kader untuk mengembangkan potensi. 

"Jadi kami ingin memulai dengan satu pendekatan yang memiliki implikasi yang menumbuhkan optimisme dan imajinasi tentang kebesaran Indonesia dengan segala potensi yang dimiliki, baik alam, manusia, dan sejarahnya," paparnya.

Legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menegaskan, GARBI tidak mau terjebak dalam kategorisasi ideologis. Kalaupun ada kategorisasi ideologis, kata dia, GARBI mau diklasifikasikan secara metodologis, yaitu tentang cara menghadapi dan menyelesaikan persoalan bangsa.

"Saya kira itu jauh lebih produktif daripada kita memaku dan mengekang dalam kategori ideologis yang tidak produktif," ungkap Fahri.

Pimpinan DPR yang membidangi kesejahteraan rakyat itu menambahkan, demokrasi adalah pada dasarnya adalah pasar ide. Karena itu, katanya, GARBI muncul sebagai gerakan pemikiran yang lebih komprehensif tentang Indonesia.

"Jadi kami tidak mau basis itu berdasar pada politik aliran tradisional, tetapi melintas batas kepada siapa saja yang menyepakati cara berpikir yang ditawarkan," kata Fahri mengakhiri. [mel/jpnn]


Komentar Pembaca