KPK Ingatkan Capim Agar Tertib Laporkan Kekayaan

Hukum  RABU, 03 JULI 2019 | 08:25 WIB | Warni Arwindi

KPK Ingatkan Capim Agar Tertib Laporkan Kekayaan

Panitia Seleksi Calom Pimpinan KPK bertemu dengan Kapolri. | Dok

MoeslimChoice | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menaruh harapan besar kepada Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK untuk benar-benar menjaring Capim KPK. Terutama menenkankan pentingnya tertib melaporkan Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN).

Begitu kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Selasa, 2/7/19 malam. Febri juga bilang, berdasarkan data LHKPN, sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri terlambat atau malah belum melaporkan harta kekayaannya kepada KPK.

Contohnya, Antam Novambar yang memiliki harta kekayaan sebesar Rp 6.647.673.793 dan Dharma Pongrekum tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 9.775.876.500. Antam dan Dharma, kata Fbri, terlambat lapor LHKPN 2019.

Proses seleksi Capim dari Polri menjadi perhatian lantaran Korps Bhayangkara mengajukan cukup banyak perwiranya untuk daftar. Jadi, KPK mengingatkan kepada para penyelenggara negara terutama yang ingin mencalonkan diri sebagai Capim KPK agar patuh lapor LHKPN.

"Ada kewajiban bagi penyelenggara negara untuk melaporkan kekayaannya pada saat menjabat. Kalau kekayaan pada 2018, maka pelaporan itu sebenarnya harus dilakukan dari Januari sampai dengan 31 Maret tahun 2019," ujar Febri.

Sementara, lanjut Febri, tujuh orang Pati Polri lainnya yang disebut-sebut akan ikut mendaftar menjadi Capim KPK Jilid V ini tercatat belum lapor LHKPN. "Tujuh orang belum melaporkan kekayaannya secara periodik untuk tahun kredit 2018," demikian Febri.

Di sisi lain, Polri membantah bahwa perwira tinggi yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi Capim KPK belum melapor LHKPN kepada KPK. Menurut Dedi, semua PATI Polri dipastikan pernah melaporkan LHKPN. Karena itu, lanjut Dedi, sembilan PATI Polri yang mengikuti seleksi Capim KPK sudah melaporkan LHKPN.

"Semua sudah (melaporkan LHKPN). Nggak mungkin (belum melaporkan)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri.



Komentar Pembaca