Pegadaian Mulai Ramai

Ekonomi  RABU, 12 JUNI 2019 | 09:32 WIB | Warni Arwindi

Pegadaian Mulai Ramai

Gerai pegadaian mulai ramai.

MoeslimChoice | Pasca perayaan Idul Fitri 1440 H pada 5 Juni 2019 lalu, kehidupan ekonomi mulai berjalan seperti biasanya. Salah satunya gerai-gerai pegadaian milik swasta maupun milik negara mulai ramai.

Keramaian pegadaian itu ada yang ingin menggadaikan barang, namun ada juga yang mau menebusnya. Yang menebus barang gadaian antara lain para pemotor yang memerlukan dana tunai untuk pulang kampung sambil menitip motornya di pegadaian.

"Jika sudah selesai 'nitip' motornya, mereka memerlukan motornya kembali untuk aktivitas sehari-hari," Jerry Harvey Wahido, Penaksir di Pegadaian Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu, 12/6/18.

Namun, masa lebaran tahun ini bersamaan dengan tahun ajaran baru untuk anak-anak sekolah. Jadi, ada juga orang tua yang memerlukan biaya pendidikan anaknya memilih pegadaian untuk menggadaikan barang bergeraknya.

Emas perhiasan adalah barang yang kerap menjadi jaminan gadai seperti pilihan Linda, seorang ibu rumah tangga yang memerlukan biaya pendidikan anak menjelang tahun ajaran 2019/2020 Juli mendatang. Terlebih harga emas di pasaran internasional sedang melesat, termasuk di dalam negeri.

“Mumpung harga emas sedang naik, saya gadaikan saja gelang emas ini. Anak bungsu saya mau mondok di pesantren di Bogor perlu biaya puluhan juta,” kata Linda, di Pegadaian Kembangan, Selasa, 11/6/19.

Pemimpin Wilayah III PT Pegadaian Persero Palembang Eka Pebriansyah mengatakan banyaknya gadai ini bisa saja karena sebentar lagi musim masuk sekolah sehingga ibu rumah tangga perlu uang tunai untuk mempersiapkan keperluan sekolah anak. Begitu juga dengan pedagang butuh modal usaha sehingga memilih menggadaikan barang.

"Kalau sebelum lebaran banyak nasabah yang menebus tapi setelah lebaran justru sebaliknya banyak yang menggadaikan," ujarnya.

Banyak pula nasabah yang menukar jaminan gadai dari semula perhiasan menjadi surat kendaraan. Eka bilang perhiasan emas masih menjadi barang gadai terbanyak, kemudian baru surat kendaraan, laptop, handphone dan barang berharga lainnya.


Komentar Pembaca