Harga Pangan dan Tiket Pesawat Bikin Lonjakan Inflasi

Ekonomi  SENIN, 10 JUNI 2019 | 15:30 WIB | Warni Arwindi

Harga Pangan dan Tiket Pesawat Bikin Lonjakan Inflasi

Kepala BPS Suhariyanto tentang inflasi Mei 2019 | Dok.

MoeslimChoice | Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Mei 2019, bersamaan dengan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H, terjadi inflasi 0,68 persen. Angka ini melonjak dibandingkan dengan tingkat inflasi Mei 2017 sebesar 0,39 persen dan Mei 2018 yang hanya 0,21 persen.

Kepala BPS Suhariyanto bilang, penyebab utama tingginya inflasi pada Mei 2019 adalah lonjakan harga bahan makanan sebesar 2,02 persen. Kemudian disusul dengan naiknya harga di sektor makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,56 persen dan sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,54 persen.

"Penyebab utama inflasi Mei 2019 adalah kenaikan harga cabai merah, daging ayam ras, bawang putih. Juga tingginya permintaan angkutan Lebaran," ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin, 10/6/19.

Dengan andil terhadap inflasi Mei 2019 sebesar 0,43 persen ini, komoditas paling dominan dari sektor bahan makanan adalah cabai merah 0,1 persen, daging ayam ras dan bawang putih 0,05 persen. Kemudian kontribusi dari harga ikan segar sebesar 0,04 persen dan harga berbagai komoditas sayuran yang meski kenaikannya kecil namun berkontribusi 0,01 persen terhadap inflasi Mei 2019.

"Kontribusi bahan makanan ini wajar karena melonjaknya permintaan akan bahan makan selama Ramadan dan Lebaran sehingga andil terhadap inflasi besar," kata dia.

Sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan berikan andil 0,10 persen. Komoditas yang paling dominan dari tarif angkutan antarkota sebesar 0,04 persen, angkutan udara dan kereta api masing-masing 0,02 persen.

"Tarif angkutan antarkota karena permintaan pulang kampung tinggi bisa dimaklumi. Kemudian angkutan udara jadi sesuatu yang wajar meski dikeluhkan harga tiket mahal. Kalau sumbangannya 0,02 persen ini karena sebelumnya harga tiket mahal," ujar dia.

Dia melanjutkan, untuk sektor makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memberikan andil 0,10 persen terhadap inflasi Mei 2019. Komoditas yang paling dominan adalah nasi dan lauk pauk sebesar 0,01 persen, rokok 0,01 persen, dan gula pasir 0,01 persen.

"Sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar akan inflasi hanya 0,06 persen andilnya 0,02 persen. Sektor kesehatan dan pendidikan andilnya 0,01 persen pendidikan baru akan berkontribusi ketika tahun ajaran baru pada Juli," ucapnya.

Sementara itu, sektor sandang menyumbang 0,02 persen terhadap inflasi Mei 2019. Seluruh kelompok subsektor pada kelompok ini meningkat untuk sandang laki-laki, wanita, dan sandang anak-anak. Dengan catatan anak-anak itu 0,56 persen, wanita 0,52 persen, dan  laki-laki 0,45 persen," tuturnya.


Komentar Pembaca