Bandara Kertajati Masih Belum Bisa Jadi Embarkasi Haji

Daerah  SENIN, 10 JUNI 2019 | 07:31 WIB | Warni Arwindi

Bandara Kertajati Masih Belum Bisa Jadi Embarkasi Haji

Pelataran Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

MoeslimChoice | Berharap Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, menjadi embarkasi haji boleh saja. Tapi untuk tahun ini masih belum bisa.

Meski pada awal Mei 2019 sudah beredar informasi bahwa Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan menjadi titik menerbangkan belasan kloter jamaah haji, kenyataan berkata lain. Untuk musim haji 1440 H tahun ini BIJB belum bisa menjadi titik pemberangkatan dan kedatangan jamaah haji.

"Ternyata untuk menjadikan bandara pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji tak semudah yang dibayangkan. Banyak instansi di Indonesia maupun Arab Saudi yang terlibat," kata Kepala Kanwil Kemenag Jabar, H.A. Buchori, Sabtu, 8/6/19.

Dia bilang, banyak hal yang masih menjadi kendala BIJB Kertajati untuk menjadi embarkasi haji pada musim ini. Pertama, kata Buchori, perlu koordinasi dengan berbagai instanasi terkait di dalam negeri. Mislanya Kementerian Perhubungan, AirNav, dan otoritas penerbangan lainnya. Belum lagi instansi di Arab Saudi, termasuk pihak penerbangan Arab Saudi yang melayani jemaah haji asal Jabar.

Selain itu, ada pula biaya tambahan bila membuka penerbangan dari BIJB Kertajati, baik untuk avtur maupun personel dari pihak penerbangan. "Kan harus ada penempatan teknisi, maupun personel lain untuk mengurus adanya penerbangan haji," katanya.

Persoalan kedua, lanjut Buchori, belum tersedianya asrama haji. Kemenag sendiri, samnungnya, baru akan mulai membangun asrama haji di Indramayu pada 2019 ini.

"Belum adanya asrama haji sehingga Bandara Kertajati belum bisa dipakai untuk penerbangan haji. Tahun lalu juga terkendala masalah yang salah satunya asrama haji ini," katanya.

Pilihan asrama haji dibangun di Indramayu karena Pemkab setempat sudah menghibahkan tanah sekitar delapan hektare. Jarak antara asrama haji Indramayu ke BIJB Kertajati sekitar 45 menit perjalanan dengan bus.

Asrama haji yang akan dibangun itu sekelas hotel bintang tiga dengan kapasitas tiga kloter per hari atau sekitar 1.200 orang jemaah. Kapasitas asrama haji Indramayu sama dengan Asrama Haji Bekasi.

“Nantinya akan melayani jemaah haji Jawa Barat bagian timur seperti Kabupaten Majalengka, Indramayu, Cirebon, Ciamis, Kuningan, Banjar, dan Tasikmalaya. Bahkan sebagian Jawa Tengah bagian barat seperti Brebes, Tegal, dan Banyumas bisa ke Asrama Haji Indramayu," ujarnya.

Persoalan ketiga, menurut Buchori, fasilitas landasan pacu BIJB Kertajati juga belum memenuhi syarat untuk penerbangan pesawat berbadan lebar. "Akhirnya, untuk tahun ini, semua jemaah haji Jawa Barat akan tetap memakai Asrama Haji Bekasi dengan Bandara Soekarno-Hatta. Tapi, kami tetap berupaya agar ada satu kloter minimal kloter terakhir yang berangkat dari Bandara Kertajati," katanya.

Namun, Buchori optimistik pemberangkatan jemaah haji melalui BIJB Kertajati bisa dilakukan tahun depan. Kalau kendala yang tiga itu teratasi, insya Allah bisa Pak Haji...


Komentar Pembaca