Huawei Kecam AS Hambat Bisnisnya

Internasional  SELASA, 21 MEI 2019 | 08:55 WIB | Warni Arwindi

Huawei Kecam AS Hambat Bisnisnya

Rhen Zhenfei, bos Huawei. | Bloomberg

MoeslimChoice | Pendiri sekaligus Kepala Eksekutif Huawei Technologies Ren Zhengfei mengecam keputusan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasukkan perusahaannya ke dalam daftar hitam perdagangan AS. Ia menegaskan AS memasukkan Huawei ke daftar hitam mesipun perusahaan teknologi informasi dan komunikasi asal Tiongkok itu tidak melakukan sesuatu yang ilegal.

"Kami belum melakukan apa pun yang melanggar hukum," kata Zhengfei kepada sejumlah wartawan Jepang saat berbicara di kantor pusat Huawei, di Shenzhen, Sabtu, 18/5/19. Namun, Ren mengungkapkan tekadnya bahwa Huawei akan mengembangkan chip secara mandiri sendiri untuk mengurangi dampak larangan terhadap produksi chip dari AS. 

Selain itu, Huawei akan 'baik-baik saja' jika perusahaan chip seperti Qualcomm tidak akan menjual chip mereka ke Huawei. Anak perusahaan Huawei, HiSilicon Technologies yang merancang chip prosesor inti mengatakan bahwa perusahaannya telah mempersiapkan rencana untuk menghadapi masalah itu.

"Kami benar-benar telah meramalkan hari ini selama bertahun-tahun dan kami memang memiliki rencana cadangan," kata Presiden HiSilicon Technologies, Teresa He Tingbo.

Zhengfei menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah manajemen Huawei sesuai dengan permintaan pemerintah AS. Selain itu, dia bilang dampak larangan AS terhadap bisnis perusahaannya akan terbatas dan Zhengfei fokus kepada prospek jangka panjangnya.

"Pemerintah AS mengharapkan pertumbuhan Huawei dapat melambat namun (pengaruhnya) hanya sedikit," jelasnya.

Presiden Donald Trump secara resmi memasukkan Huawei ke daftar hitam perdagangan negaranya dan segera memberlakukan pembatasan yang akan menyulitkan Huawei berkembang, setidaknya di AS. Saat ini Alphabet Inc, induk perusahaan dari Google secara terang-terangan menyatakan pihaknya telah menangguhkan bisnis dengan Huawei yang membutuhkan transfer perangkat keras, perangkat lunak dan layanan teknis lainnya.

Langkah ini dapat membuat bisnis ponsel pintar Huawei lumpuh di luar Tiongkok karena raksasa teknologi itu akan segera kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Google Android. Ponsel Huawei versi Android berikutnya juga akan kehilangan akses ke layanan populer termasuk Google Play Store, Gmail dan Youtube.

Dalam skala yang lebih luas, kasus Huawei adalah bagian dari perang dagang AS-Tiongkok. Kedua negara tengah mencari titik-temu di rangkaian meja perundingan, namun belum menemukan kesepakatan.


Komentar Pembaca