Kompak LSM di Purwakarta Tolak Gerakan People Power

Daerah  SABTU, 18 MEI 2019 | 12:52 WIB

Kompak LSM di Purwakarta Tolak Gerakan People Power

Moeslimchoice- Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di  Kabupaten Purwakarta menolak keras rencana aksi People Power yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2019 pekan depan.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan juga tokoh pemuda Kabupaten Purwakarta telah menyatakan penolakan dengan ajakan people power. 

Kali ini, sejumlah LSM di Kabupaten Purwakarta seperti LSM Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), menyatakan sikap bahwa People power sangat tidak mendidik secara politik, jadi tidak layak diikuti.

Ketua Gibas Kabupaten Purwakarta Hari mengatakan, bahwa Negara ini baik-baik saja, kenapa harus terjadi people power. "Soal kalah dan menang dalam politik itu biasa, jadi disikapi biasa saja," ujarnya.

Menurutnya, ajakan people power sudah seharusnya ditolak, karena itu murni kepentingan politik. Negara ini adalah negara hukum, segala sesuatu harus punya dasar hukum.

"Jika soal pemilu, aturannya sudah sangat jelas, yang tidak puas dengan hasil telah disediakan ruang untuk melakukan gugatan, jadi jangan membuat aturan sendiri," kata Hari.

Lebih jauh Hari menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terhasut isu dan provokasi People Power. Karena Pemilu telah berlangsung sesuai dengan aturan dan apapun hasilnya harus diterima oleh semua peserta Pemilu dan masyarakat.

"Sudah saatnya kembali merajut silaturahmi, persatuan dan kesatuan, jadikan pribadi yang memiliki power untuk menampilkan kebaikan," ungkapnya.

Hal senada pun di ungkapkan Ketua LSM GMBI H Selan menambahkan, bahwa people power sangat tidak mendidik secara politik, jadi tidak layak diikuti.

"Jangan karena kepentingan politik, kepentingan segelintir pihak serta ketidakpuasan hasil pemilu, lantas mau mengorbankan rakyat, saya minta masyarakat harus cerdas, jangan terpancing, sekarang ini mudah sekali membangun agitasi yang mengarah pada provokasi, percayalah, rakyat juga yang akan dikorbankan nantinya," tegasnya.

Masyarakat Kabupaten Purwakarta, sangat tidak mendukung dan menolak keras gerakan-gerakan yang dapat memecah belah persatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI).(Ang)


Komentar Pembaca