Sekjen PDIP Dianggap Asbun

Polhukam  SELASA, 14 MEI 2019 | 11:12 WIB

Sekjen PDIP Dianggap Asbun

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto

MoeslimChoice | Ketua Satgas Sekber Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Aceh, Nasrul Sufi, menegaskan, pihaknya sama sekali tidak pernah bermain dengan yang namanya money politics.

“Apa yang dituduhkan oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menyatakan praktik money politics terjadi di Aceh, itu tidak benar sama sekali. Itu pernyataan yang keliru yang disampaikan oleh Hasto,” ungkap Nasrul Sufi kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (13/5/2019).

Peryataan itu disampaikannya terkait peryataan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menyatakan satu keluarga di daerah perkebunan karet di Aceh menerima Rp 1 juta dari lawan politik Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Nasrul juga mengungkapkan, jangankan untuk memberikan uang Rp 1 juta untuk satu keluarga di Aceh, untuk cetak spanduk pasangan Prabowo-Sandi di Aceh saja pihaknya tidak punya dana.

Namun, kata dia, selama ini yang terjadi bukan tim pemenangan nomor urut 02 yang memberikan uang, tapi malah sebaliknya masyarakat yang rela memberikan uang untuk pasangan presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandi.

“Kalau memberikan pernyataan dicek dulu kebenarannya, jangan asal berbicara ada money politics yang masif terjadi di Aceh,” ujarnya.

“Ini malah Sekjen PDIP mengeluarkan kata-kata bahwa keluarga di daerah perkebunan karet dan perkebunan sawit itu banyak yang menerima Rp 1 juta dari lawan politik Jokowi-Ma'ruf Amin di Pemilu 2019. Kalau memang benar coba buktikan jangan asal berbicara,” ungkapnya.

“Tolong buktikan kalau memang tim kemenangan Prabowo-Sandi bermain politik uang, jangan asal ngomong aja tapi buktikan apa yang telah dikatakan,” tantang Ketua Sekber Satgas Pemenangan Prabowo-Sandi Aceh ini.

Bahkan, kata dia, pihak dari tim kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Aceh sudah menyampaikan bahwa pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf kalah di Aceh.

“Marilah kita menerima bahwa Prabowo-Sandi Menang di Aceh, jangan membuat kerusahaan lagi di Aceh dengan peryataan yang tidak masuk akal,” paparnya.

“Kita berharap pihak Hasto jangan merusak suasana yang sudah damai di Aceh. Karena kemenangan Prabowo-Sandi di Aceh mutlak dari keinginan masyarakat Aceh untuk menjadikan Prabowo sebagai Presiden RI ke depan, bukan untuk mendapatkan uang,” tegas Nasrul Sufi. [yhr]


Komentar Pembaca