Bertemu Dubes Saudi, Menag Minta Tambah Layanan Fast Track

Kabar Tanah Suci  SENIN, 13 MEI 2019 | 18:10 WIB

Bertemu Dubes Saudi, Menag Minta Tambah Layanan Fast Track

foto/net

Moeslimchoice. Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin meminta pemerintah Arab Saudi untuk menambah layanan fast track bagi jamaah haji Indonesia. 

Permintaan ini diungkapkan Menag Lukman saat menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi, Essam bin Abed Al-Thaqafi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Turut mendampingi Menag, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Kepala Biro Humas Data dan Informasi Mastuki, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Gunaryo, serta Kepala Bagian TU Pimpinan Khoirul Huda.

"Bila tahun lalu fast track baru bisa dirasakan oleh jamaah haji Indonesia dari Embarkasi Jakarta, kami berharap tahun ini setidaknya ada penambahan. Setidaknya satu atau dua embarkasi lagi, yaitu Embarkasi Solo dan Surabaya," ungkap Menag, Jumat (10/5).

Menag mengungkapkan, jamaah haji Indonesia merasa amat terbantu dengan adanya layanan fast track. 

"Layanan ini amat sangat membuat jamaah haji Indonesia nyaman dalam berhaji. Karena selain menghemat waktu, ini juga menghemat energi para jamaah. Sangat membantu," ujarnya. 

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Pemerintah Indonesia mengapresiasi perbaikan layanan penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, perbaikan layanan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi sangat membantu perjalanan haji para jamaah.

Layanan lain yang juga menurut Menag cukup dirasakan perbaikannya oleh jamaah haji adalah fasilitas akomodasi. 

"Kami juga sangat mengapresiasi Pemerintah Arab Saudi yang telah melakukan banyak perbaikan dalam pelayanan jamaah haji. Mulai dari perluasan Masjidil Haram, perluasan hotel-hotel di Makkah, di Madinah, serta penambahan fasilitas di Arafah. Itu semua sangat membantu jamaah haji. Bukan hanya (jamaah haji) Indonesia, tetapi juga dunia," ujar Menag. 

Namun, Pemerintah Indonesia berharap perbaikan juga dapat dilakukan di Mina. 
"Kami berharap ada peningkatan di Mina. Ini yang dinanti bukan saja oleh Indonesia, tetapi juga masyarakat Muslim dunia. Karena kita tahu, keterbatasan areal, dan besarnya jumlah jamaah membuat Mina amat padat," ujar Menag. 

Ia pun berharap peningkatan juga dapat dilakukan di Mina. 
"Jika Mina bisa ditingkatkan kapasitasnya, diperbesar,maka mudah-mudahan kuota Indonesia dapat ditambah lagi," ujar Menag yang mengaku sangat bersyukur dengan penambahan kuota sebesar 10 ribu jamaah bagi Indonesia di musim haji 1440 H/2019 M ini.

Menanggapi pernyataan dan permohonan Menag tersebut, Dubes Arab Saudi mengaku pihaknya berusaha semaksimal mungkin dalam berkhidmat melayani para tamu Allah. Hal ini semata bertujuan agar para jamaah dapat merasakan kenyamanan dalam beribadah haji. 

Terkait dengan fast track Dubes menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait apakah memungkinkan adanya penambahan volume jamaah yang memperoleh fasilitas tersebut. 

Hal ini disebabkan, Arab Saudi juga harus membagi layanan ini kepada negara-negara yang memiliki jamaah lebih dari 50 ribu jamaah. Antara lain kepada Malaysia, Bangladesh, Pakistan, maupun India.

Sementara terkait perluasan Mina, pihaknya mengaku akan menambah pendirian tenda di gunung-gunung yang ada di Mina. Solusi ini ditempuh menurut Dubes karena berdasarkan fatwa ulama di Arab Saudi, di Mina tidak diperkenankan membangun bangunan bertingkat.  [mel] 


Komentar Pembaca