Waspada, Kecurangan di Oku Selatan Diduga Libatkan Penyelenggara

Tentang Sumsel  JUMAT, 19 APRIL 2019 | 22:33 WIB

Waspada, Kecurangan di Oku Selatan Diduga Libatkan Penyelenggara

Moeslimchoice- Indikasi kuat kecurangan Pemilu di OKU Selatan Sumsel diduga melibatkan penyelenggara setempat. Modusnya dengan memindahkan perolehan suara antar caleg dalam internal parpol serta memanfaatkan saksi yang tidak ada.


"Tim kami di OKU Selatan Sumsel telah memperoleh bukti awal adanya indikasi kecurangan tersebut. Suara caleg tertentu dipindahkan ke caleg lainnya dalam partai yang sama," ujar Marhamid Shaleh SH, Koordinator Jaringan Nasional Untuk Pemilu Bersih di Jakarta, Jumat (19/04) malam.


Parahnya lagi menurut Marhamid, penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu setempat seakan tutup mata. Bahkan diduga kuat, mereka terlibat.
"Bisa jadi ada kekuatan besar yang memaksa mereka melakukan hal ini. Karena upaya tersebut terlihat sangat sistematis dan terstruktur," tambah aktivis 1998 ini geram.


Dijelaskan, seharusnya semua pihak mendukung terselenggaranya Pemilu yang jujur, adil dan berkualitas. Bukan dengan cara-cara tak bermartabat seperti ini.

Marhamid menegaskan telah memerintahkan timnya di OKU Selatan Sumsel untuk membawa data dan bukti kecurangan tersebut, Sabtu (20/04) besok.

"Kami tak perlu waktu lama, andai besok bukti dan datanya telah sampai langsung kami kaji bersama tim advokasi untuk dilaporkan ke Bawaslu RI dan DKPP," imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, salah satu tim advokasi Jaringan Nasional Untuk Pemilu Bersih Abdullah Mukti SH menegaskan jika pihaknya telah mendengar langsung rekaman percakapan yang berisikan rencana kecurangan tersebut.

"Saya sudah mendengar langsung, ini perbuatan jahat yang menciderai demokrasi. Yakinlah itu pasti akan kami sikat. Bahkan jika perlu kami siap perdengarkan ke khalayak," tutur Abdullah.

Diakui, pihaknya terus memantau pleno PPK yang tengah berlangsung sekarang ini. "Kita sengaja menempatkan tim yang memantau langsung sembari membawa data asli yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Satu saja dari C1 tersebut tidak sesuai, maka bersiap saja pelakunya di penjara," tutupnya.(Ang)


Komentar Pembaca