Dana Desa Penyebab AKI Di Kapuas Hulu Menurun

Daerah  SELASA, 16 APRIL 2019 | 13:10 WIB | Warni Arwindi

Dana Desa Penyebab AKI Di Kapuas Hulu Menurun

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Harisson/net.

MoeslimChoice | Dana desa berperan penting mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan stunting atau gizi buruk. Demikian pengakuan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Harisson mengakui.

Menurutnya, dana desa yang diberikan pemerintah pusat dimanfaatkan oleh perangkat daerah untuk membangun fasilitas sarana dan prasarana Posyandu dan Polindes. Sehingga, kata dia, lebih mempermudah pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Dana desa sangat membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di desa," kata Harisson, dalam keterangannya seperti di kutip kantor berita politik RMOL. Soal penurunan AKI, Harisson mengungkapkan, pada tahun 2015 AKI di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat sebanyak 14 kasus.

Jika dikonversikan sebesar 331 per 1.00.000 kelahiran hidup, jadi kelahiran hidupnya ada 4.222. Dinas Kesehatan Kapuas Hulu lantas membuat inovasi Madubulin (Masyarakat Peduli Ibu Bersalin), hasilnya cukup signifikan.

“Program ini sebenernya meningkatkan peran serta keluarga masyarakat, aparatur desa, dan tokoh masyarakat terhadap ibu hamil bersalin,” kata Harisson. Madubulin juga untuk mencegah terjadinya keterlambatan ketika ibu yang akan bersalin harus dirujuk ke rumah sakit.

Madubulin berupa tim yang apabalia ada ibu hamil dirujuk ke rumah sakit, maka semua masyarakat bergerak untuk membantu ibu tersebut. Setelah diterapkannya inovasi itu, AKI di Kapuas Hulu menurun dari 14 orang pada tahun 2015 menjadi 2 orang di 2017, namun 2018 menjadi 3 orang.


Komentar Pembaca