15 Pedati Angkut Logistik Pemilu 2019 di Lampung

Daerah  SELASA, 16 APRIL 2019 | 08:15 WIB | Warni Arwindi

15 Pedati Angkut Logistik Pemilu 2019 di Lampung

Kapolsek Bengkunat, Pesisir Barat, Lampung mengawal logistik Pemilu 2019.

MoeslimChoice | Mau bicara infrastruktur menjelang Pemilu Serentak 2019? Provinsi Lampung yang sudah punya tol Sumatera ruas Bakauheni (Lampung Selatan)-Terbanggi Besar (Lampung Tengah), masih harus menggunakan pedati alias gerobak sapi untuk mendistribusikan logistik di Kabupaten Pesisir Barat.

KPU Pesisir Barat dikawal Panwascam Bengkunat, PPL, dan 10 aparat kepolisian setempat mendistribukan logistik dengan pedati menuju empat desa: Pekon Wayharu, Waytias, Bandardalam, dan Siring Gading. Kapolsek Bengkunat, IPTU Ono Karyono bersama anggotanya melakukan pengamanan dan pengawalan pergeseran kotak dan surat suara dari PPK ke PPS di empat pekon (desa) itu.

Gerobak-gerobak tersebut kerap terjerembab ke dalam jalan bak kubangan lumpur tersebut sehingga sapi-sapinya perlu dihela para pemiliknya lebih keras beberapa waktu untuk melewatinya agar sampai di TPS keempat desa. Perlu waktu sekitar lima jam hingga distribusi logistik Pemilu Serentak 2019 itu sampai di tujuan.

Di provinsi pintu gerbangnya Sumatera, paling dekat dengan pusat kekuasaan, Jakarta, infrastruktur seperti ini masih ada di beberapa kabupaten lainnya, salah satunya jalan negara di Kabupaten Mesuji.

Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat April Lizwar mengatakan jalan menuju ke empat kampung tersebut belum tersentuh pengerasan jalan.

"Jika musim hujan, kondisinya seperti kubangan kerbau," ungkapnya seperti dikutip Kantor Berita RMOL Lampung, Senin, 15/4/19.

Di jalan tersebut, kata salah seorang tokoh yang memperjuangkan pemekaran Kabupaten Pesisir Barat itu harus melewati sedikitnya enam sungai dan baru ada dua jembatan gantung. "Pembangunan infrastruktur masih minin di kabupaten ini," ungkap Lizwar.


Komentar Pembaca