Harus Awasi Praktik Serangan Fajar Di Hari Tenang

Polhukam  SENIN, 15 APRIL 2019 | 18:30 WIB | Warni Arwindi

Harus Awasi Praktik Serangan Fajar Di Hari Tenang

Hidayat Nur Wahid/foto net.

MoeslimChoice | Masa tenang bukan berarti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu abai terhadap potensi pelanggaran aturan Pemilu 2019. Justru menjadi masa agar giat pengawasan dugaan pelanggaran dimaksimalkan.

"Sekarang memang hari tenang. Tapi bukan artinya tenang untuk membiarkan terjadinya money politics, penyebaran berita bohong," ujar Hidayat Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 15/4/19.

Mengutip berita RMOL, bagi Hidayat, kerja KPU dan Bawaslu justru semakin berat di masa tenang. Karena mereka juga harus menjamin bahwa masyarakat tidak mendapat tekanan dari pihak tertentu atas pilihan politiknya.

"Warga pun juga penting untuk mewaspadai jika di hari-hari tenang ini ada genderuwo yang menakut-nakuti mereka dengan intimidasi atau mengambil kedaulatan mereka," jelasnya. Soal politik uang, lanjut Hidayat, sudah bukan rahasia umum hal tersebut menjadi ancaman terbesar di pemilu.

Bahkan kata Hidayat beberapa di antaranya tertangkap basah tengah berpraktik. "Kemarin kan ada yang ketangkap melakukan money politics atau serangan fajar," tegas Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini.


Komentar Pembaca