Dukung 02 Dianggap Langgar Kode Etik, Ini Jawabannya

Polhukam  SENIN, 15 APRIL 2019 | 16:30 WIB | Warni Arwindi

Dukung 02 Dianggap Langgar Kode Etik, Ini Jawabannya

Advokat Otto Hasibuan dalam Deklarasi Prabowo-Sandi/net

MoeslimChoice | Advokat Otto Hasibuan membantah dengan sebutan telah melanggar kode etik sebagai advokat saat memutuskan untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Menurutnya, pihak yang menyatakan dirinya melanggar kode etik perlu belajar lebih dalam lagi soal aturan tersebut.

Sekadar informasi, salah satu Dewan Pembina PERADI, Partahi Sihombing menanggapi langkah yang diambil Otto Hasibuan. Menurut Partahi, deklarasi dukungan Aliansi Advokat Indonesia Bersatu (AAIB), Otto Hasibuan melanggar prinsip unsur penegak hukum.

Menyikapi hal itu, Otto menjelaskan, bahwa Partahi Sihombing sangat tidak mengerti dan tidak memahami kode etik advokat. "Kelihatannya dia harus lebih banyak membaca kode etik, harus membaca undang-undang advokat lagi" ujarnya seperti di kutip berita RMOL Minggu, 14/4/19.

"Dia mengatakan advokat, penegak hukum harus netral. Itu tidak pernah ada kita ajarkan kepada mahasiswa, tidak ada kata-kata netral bagi seorang advokat," terang Otto.

Menurut Otto, advokat adalah penegak hukum yang bebas dan mandiri. Yang dimaksud dengan bebas adalah bahwa advokat atau tidak boleh diancam dalam melakukan pekerjaannya. Seorang advokat tidak boleh ditakut-takuti dan harus bebas dalam melakukan tugasnya.

Yang dimaksud dengan mandiri, bahwa advokat tidak terikat dengan satu institusi apapun, dia tidak makan gaji dari negara, dia tidak pegawai negeri.


Komentar Pembaca