AHY: Demokrat Tetap Solid Dukung Prabowo-Sandi

Polhukam  MINGGU, 14 APRIL 2019 | 09:53 WIB | Warni Arwindi

AHY: Demokrat Tetap Solid Dukung Prabowo-Sandi

Agus Harimurti Yudhoyono

MoeslimChoice | Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan partainya tetap solid mendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ini terkait ketidakpuasan kader PD pada ucapan Prabowo Subianto di Debat Pilpres, Sabtu, 13/4/19 malam.

Usai acara, AHY yang sempat didaulat naik ke panggung bersama pendukung BPN lainnya menyatakan tetap mensupport 02. "Tidak mungkin kami keluar dari koalisi besok tiga hari lagi tinggal pemungutan suara," kata AHY usai debat di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Ia juga meminta kepada media untuk tidak memanaskan suasana dengan menyebar isu koalisi tidak solid. "Jadi temen-temen media tidak perlu terlalu membuat suasana panas koalisi tidak utuh, tidak solid. Kami solid, dan kami hadir di sini bisa memberikan support bagi pilpres tapi kami juga punya tugas mandat untuk memenangkan Partai Demokrat dalam pemilihan legislatif," ujarnya.

Mengenai pernyataan Prabowo yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia sudah salah jalan dan sudah terjadi belasan bahkan puluhan tahun, AHY enggan berkomentar. "Saya tidak igin mengomentari lebih jauh. Yang jelas, bagi saya, tiap-tiap yang telah dilakukan oleh generasi pendahulu itu wajib diapresiasi," kata AHY.

AHY bilang, tugas pemimpin selanjutnya adalah memperbaiki kekurangan yang ada pada pemerintahan sebelumnya. "Artinya, yang sebaiknya kita inginkan adalah para pemimpin yang terus menghargai para pendahulunya dengan semangat untuk lebih baik dari pendahulunya," demikian AHY.

Sejumlah kader Demokrat bereaksi saat Prabowo menyebut kegagalan perekonomian saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Presiden Joko Widodo.

"Saya terus terang saja, saya tidak menyalahkan Pak Jokowi, saya tidak menyalahkan. Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan bahkan puluhan tahun, tapi kita harus berani mengoreksi diri, kita salah jalan. Jadi saya tidak menyalahkan Bapak, karena ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak, kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya," ujar Prabowo.


Komentar Pembaca