Kerja Sama Tommy Soeharto-Dubai Akan Bangun Rumah Murah di Sentul

Ekonomi  JUMAT, 12 APRIL 2019 | 13:06 WIB | Adhes Satria

Kerja Sama Tommy Soeharto-Dubai Akan Bangun Rumah Murah di Sentul

Moeslimchoice | Kabar gembira datang dari Hutomo Mandala Putra Soeharto atau Tommy Soeharto yang akan membangun rumah murah di Indonesia. Proyek ini digarap perusahaan Tommy, PT Berkarya Makmur Sejahtera dengan menggandeng perusahaan real estate asal Dubai, Uni Emirat Arab, Bin Zayed Group.

Bin Zayed Group berkomitmen untuk menggelontorkan investasi sebesar US$3-5 miliar atau setara Rp 42,41-Rp 70,69 triliun (mengacu kurs Rp14.139 per dolar AS) dalam kerja sama tersebut.

Komisaris Utama Berkarya Makmur Sejahtera, Tommy Soeharto menjelaskan dengan jumlah investasi tersebut, maka keduanya bisa membangun 500-1 juta unit rumah murah. Pembangunan rumah murah tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah Jabodetabek, tapi seluruh kota-kota di Indonesia.

"Tentunya tidak langsung 500 ribu secara bersamaan. Karena nanti dilihat yang feasible (layak) dimana saja," kataya di katanya di Crowne Plaza Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Ia menuturkan sebagai proyek percontohan, Bin Zayed Group akan ikut serta membangun 4.000 rumah murah. Pembangunan akan dilakukan dalam bentuk rumah tapak (landed house) di kawasan Sentul, Bogor.

Tommy meyakini kerja sama ini bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan program satu juta rumah. "Dengan proyek tersebut kiranya akan jadi cikal bakal mencapai 1 juta rumah sederhana unit per tahun," tuturnya.

Pada tahap awal, keduanya akan bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang memiliki spesifikasi pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun, Tommy tak menutup kemungkinan akan menggandeng perbankan lain. "Dari mereka menginginkan dalam dollar AS sehingga perlu ada hedging, berapa 15-20 tahun tidak jadi masalah," katanya.

Tommy bilang pihaknya akan melakukan studi pada beberapa wilayah yang memungkinkan dibangun rumah murah, baik dari sisi harga lahan, akses transportasi, dan sebagainya. Dalam hal ini, rumah murah akan dijual sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Patokannya itu harga tanah tidak boleh lebih dari Rp50 ribu per meter. Kalau harga lebih dari Rp50 ribu per meter itu yang sulit untuk matching (sesuai) dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera Milasari Kusumo Anggraini menjelaskan, untuk skema kerja sama dengan Bin Zayed Group akan dibahas dalam 3 bulan ke depan.

Dia mengatakan, pemerintah sendiri punya program satu juta rumah. Soal harga, rumah murah yang akan dijual akan menyesuaikan dengan harga yang dipatok pemerintah.

Selain di bidang perumahan, ia menuturkan Bin Zayed Group juga membuka peluang kerja sama dalam proyek energi terbarukan. Beberapa proyek yang tengah dijajaki, katanya, meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau geothermal power plant, solar panel, turbin angin, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air. (des)


Komentar Pembaca