Kondisi Gizi Indonesia Membaik Meski Perkembangan Pangan Buruk

Kesehatan  KAMIS, 11 APRIL 2019 | 10:20 WIB | Warni Arwindi

Kondisi Gizi Indonesia Membaik Meski Perkembangan Pangan Buruk

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/BAPPENAS/net

MoeslimChoice | Prevalensi kelaparan dan jumlah anak-anak Indonesia yang menderita kekurangan gizi telah berkurang jika dibandingkan dengan negara lain di Kawasan Asia Pasifik. Sebelumnya Indonesia menerapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di tahun keempat.

Kini program yang diterapkan berhasil penunjukkan perkembangan positif dalam pembangunan ketahanan pangan dan gizi. Namun demikian, pemerintah masih memiliki PR besar soal tingginya masalah gizi, terutama angka stunting.

Hampir satu dari tiga anak di Indonesia masih terhambat pertumbuhannya. Seperti yang dikatakan Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Arifin Rudiyanto di Forum "Tinjauan Ketahanan Pangan dan Gizi di Indonesia".

“Dalam pencapaian tanpa kelaparan, saya ingin menekankan pentingnya sistem pangan berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan dan produktif akan menjadi tantangan nyata kami dalam waktu dekat," ujar Arifin di Jakarta, Selasa, 2/4/19 seperti dilansir kantor berita RMOL.

"Dalam konteks Indonesia, sistem produksi pangan sebagian besar mengandalkan petani kecil. Meningkatkan produktivitas petani adalah salah satu kebijakan penting kami," sambung Arifin.

Tahun lalu, konsumsi makanan per kapita di Indonesia meningkat sekitar 5 persen dengan konsumsi kalori pada masyarakat berpendapatan rendah meningkat sekitar 8 persen. Dalam kondisi ini, tingkat stunting anak di bawah lima tahun di Indonesia turun 7 persen dibanding kondisi tahun 2013 menjadi 30,8 persen tahun 2018.

Dengan pertumbuhan pendapatan 5 persen dan permintaan makanan sebesar 4 persen, Indonesia berada dalam kondisi transisi ekonomi. Perubahan ini tidak bisa dihindari karena pertumbuhan ekonomi yang cukup cepat, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup.


Komentar Pembaca