Jokowi Tetap Sibuk | Resmikan Tol Pasuruan-Probolinggo

Ekonomi  RABU, 10 APRIL 2019 | 11:05 WIB | Warni Arwindi

Jokowi Tetap Sibuk | Resmikan Tol Pasuruan-Probolinggo

Peresmian Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo

MoeslimChoice |  Masa kampanye tinggal tiga hari lagi, tapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap sibuk meresmikan proyek. Kali ini Presiden meresmikan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sepanjang 31,3 kilometer (km) di Jawa Timur.

"Dengan ini, ruas I, II, dan III jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, saya nyatakan resmi dibuka," ujarnya saat peresmian tol di Gerbang Tol Probolinggo Timur, Jawa Timur, Rabu, 10/4/19.

Tol Pasuruan-Probolinggo terdiri dari tiga seksi, yaitu Seksi I Grati Pasuruan-Tongas, Seksi II Tongas-Probolinggo Barat, dan Seksi III Probolinggo Barat-Probolinggo Timur.

Presiden meyakini jalan tol itu akan meningkatkan akses mobilitas, sehingga memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dalam peresmian tersebut, Presiden didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Putra.

Kepala negara berharap tol dengan nilai investasi mencapai Rp4,6 triliun tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Khususnya, mempercepat dan mempermudah akses mobilitas masyarakat dan barang.

Lebih lanjut, ia meyakini akses mobilitas itu akan memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi. "Kami harapkan kawasan industri kecil dan mikro di daerah akan cepat berkembang karena akses logistik dan barang itu lebih murah, cepat, efisien. Begitu juga dengan akses pariwisata," katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan kehadiran tol tersebut setidaknya akan langsung berdampak pada pengurangan kepadatan mobilitas kendaraan di jalan nasional utama Pasuruan-Probolinggo. Selain itu, kehadiran tol tersebut akan menambah akses ke kawasan wisata Bromo Tengger Semeru.

"Ini kan mengurangi sekitar 50-60 persen jalan nasional Pasuruan-Probolinggo. Lalu akan menambah akses logistik," ungkapnya tentang tol yang pembangunannya dimulai pada 2016 itu.


Komentar Pembaca