Kenali Gigi Sensitif Untuk Revolusikan Senyummu

Kesehatan  RABU, 10 APRIL 2019 | 09:34 WIB | Adhes Satria

Kenali Gigi Sensitif Untuk Revolusikan Senyummu

Moeslimchoice | Gigi sensitif atau hipersensitivitas dentin merupakan kondisi klinis umum yang umumnya dikaitkan dengan permukaan dentin yang terbuka. Gigi sensitif kebanyakan mempengaruhi individu pada usia 20-40 tahun dan menyebabkan ketidaknyamanan pada penderitanya.

Demikian terungkap dalam “Sensitive Expert Talks” by Pepsodent yang diselenggarakan di di Restoran Seribu Rasa, Jalan Gunawarman no. 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Hadir sebagai narasumber, yakni: Ira Noviarti (Vice President Beauty and Personal Care Unilever Indonesia), drg. Andy Wirahadikusumah Sp. Pros., (Prosthodontist), drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc (Division Head of Health and Wellbeing Unilever Indonesia Foundation, dan Meisya Siregar selaku presenter.

Menurut data yang dikumpulkan Pepsodent tahun 2018, sebanyak 20% dari total populasi penduduk Indonesia mengalami keluhan gigi sensitif dan 95% diantaranya belum menanggulangi keluhan dan melakukan pencegahan dengan cara yang tepat.

Melihat gaya dan pola hidup generasi saat ini, lebih kurang 200 dokter gigi se-Indonesia melakukan diskusi terkait kesehatan gigi dan mulut dalam kegiatan Forum Dental Expert bertemakan “Smile Revolutions” yang diselenggarakan oleh Unilever Indonesia pada 8 April 2019 lalu.

Dalam jumpa pers kemarin, dipaparkan hasil forum tersebut. Dikatakan drg. Ratu Mirah Afifah, gaya hidup urban yang serba instan dan padat, memiliki dampak yang mempengaruhi timbulnya gigi sensitif. Tidak hanya kopi hitam maupun es krim, pola makan sehat seperti infused water dan konsumsi jus buah-buahan yang tinggi kadar asamnya juga mampu mengakibatkan gigi sensitif.

“Terlebih lagi tren generasi muda saat ini yang selalu ingin tampil sempurna dengan melakukan perawatan gigi kosmetik , seperti bleaching dan veneer yang kini sangat diminati,” tandas Ratu.  

Menurut survey yang dilakukan oleh Unilever melalui badan riset independen IPSOS pada tahun 2018 memperlihatkan, bahwa 1 dari 5 penduduk di Indonesia atau 19% dari total populasi mengalami keluhan gigi sensitif.

Penderita gigi sensitif tersebut dibagi menjadi dua kategori: penderita ringan (13%) dan penderita berat (6%). Dari total penderita tersebut, 93% dari total penderita tidak mengambil tindakan apapun untuk mengatasi keluhan gigi sensitifnya.

Survey juga menunjukkan bahwa penderita gigi sensitif juga menderita penyakit gusi, ulcers pada mulut, gigi goyang dan erosi email pada gigi. “Apabila Anda seringkali merasakan ngilu pada gigi pada saat mengonsumsi makanan dingin dan asam, dapat diasumsikan Anda mengalami keluhan gigi sensitif.”

Ratu menjelaskan, ada beberapa penyebab gigi sensitif, diantaranya: Pertama, resesi gusi yang terjadi karena adanya infeksi gusi atau gingivitis. Kedua, Abrasi gigi akibat cara menyikat gigi yang salah menyebabkan dentin terbuka dan gigi mudah ngilu.

Penyebab ketiga, treatment gigi seperti scaling (pembersihan karang gigi), atau bleaching dan veneer menyebabkan gigi ngilu. Keempat, erosi gigi akibat makanan dan minuman yang mengandung kadar asam tinggi atau berkarbonasi menyebabkan rangsangan ke dentin yang terbuka, sehingga menyebabkan rasa ngilu.

Kelima, keluhan gigi sensitif dan gingivitis umumnya rentan untuk diderita oleh wanita yang sedang dalam masa kehamilan Keluhan gigi sensitif umumnya dapat dihindari apabila Anda melakukan perawatan dan pemeliharaan gigi yang efektif dan dapat dikurangi dengan penggunaan pasta gigi sensitif secara tepat dan rutin.

Pepsodent Dental Expert Forum: “Smile Revolution” #ByeNgilu Dental Expert Forum yang diadakan kemarin, 8 April 2019, adalah kegiatan edukasi bagi para expert se-Indonesia yang diinisiasi oleh Pepsodent sejak tahun 2013.

Kegiatan edukasi ini umumnya mengangkat tema ter-update yang berbeda-beda dan pada forum kemarin, para dokter yang hadir memaparkan presentasinya dengan mengangkat tema “Smile Revolution”. Para dokter gigi yang menjadi pembicara pada forum tersebut adalah drg Astrid Khatalia, Sp. Pros, drg. Bernard O. Iskandar,Sp.KG,FICCDE,FICD dan drg. Griya Ridha Raharja bersama dengan Tim Griya Dental Care. (des)


Komentar Pembaca