Santri Bisa Jadi Duta Edukasi Pencegahan TBC

Kesehatan  JUMAT, 29 MARET 2019 | 08:53 WIB

Santri Bisa Jadi Duta Edukasi Pencegahan TBC

Menkes Nila F Moeloek saat berkunjung ke Ponpes di tasikmalaya Jabar

MoeslimChoice | Berbagai upaya pengobatan terhadap penyakit tuberculosis (TBC) sudah dilakukan. Tetapi, hingga kini, Indonesia masih menempati 5 negara dengan kasus TB terbesar di dunia.

Data menyebutkan, setiap tahun ada sekitar 850 ribu orang dengan TBC. Data juga menunjukkan, setiap jam ada 13 orang penderita TBC meninggal dunia.

Tingginya masalah TBC di Indonesia tersebut, kata Menkes Nila F Moeloek, antara lain disebabkan oleh penemuan kasus dan pengobatan yang tidak tuntas, kalah cepat dengan penyebaran penyakitnya.

“Sebelum datang ke layanan kesehatan yang tepat, banyak orang mencari pengobatan di luar layanan kesehatan, termasuk mengobati sendiri,” kata Menkes, dikutip dari laman sehatnegeriku, Kamis (28/3/2019).

Karena itu, edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan. Salah satunya, edukasi kepada masyarakat di lingkungan pesantren.

Sebagaimana diketahui, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam yang dekat dengan masyarakat.

Para santri datang dari berbagai penjuru Indonesia untuk mempelajar agama Islam. Dengan pesantren di Indonesia sebanyak 29.000 dan jumlah santri sebanyak 4.048.720, para santri diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan pembangunan kesehatan di lingkungan masyarakat dengan menggunakan ajaran agama Islam dalam latar belakangnya.

“Saya kira, para santri bisa menjadi influencer untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penularan TBC,” ujar Menkes Nila saat mengahadiri acara Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Potensi ini harus dijaga dengan memastikan para santri hidup sehat dan mendapatkan informasi terkait kesehatan yang benar selama mereka berada di pesantren.

Selain itu adanya Pusat Kesehatan Pesantren yang lebih dekat dengan masyarakat sekitar pesantren, membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan dan melakukan skrining kesehatan.

Sudah waktunya Indonesia untuk bangkit melawan TBC. Sudah saatnya Indonesia mempunyai jumlah penderita TBC baru kurang dari 500.000 per tahun, dan sudah saatnya Indonesia mengerahkan semua daya dan upaya untuk bisa mencapai target eliminasi TBC tahun 2030. [yhr]


Komentar Pembaca