Jusuf Kalla Tutup Musabaqah Hafalan Qur'an dan Hadits Tingkat ASEAN dan Pacifik

Internasional  JUMAT, 15 MARET 2019 | 15:19 WIB | Melati Tagore

Jusuf Kalla Tutup Musabaqah Hafalan Qur'an dan Hadits Tingkat ASEAN dan Pacifik

foto/net

 

Moeslimchoice. Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup Musabaqah Hafalan Qur'an dan Hadis (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Ali Su'ud tingkat ASEAN dan Pasifik di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Wapres mengapresiasi gelaran MHQH, yang merupakan hasil kerjasama atase Agama Arab Saudi di Jakarta dan Kementerian Agama ini. 

Menurutnya MHQH memiliki peran untuk menampakkan syiar Islam dan pemahaman terhadap Al-Quran. Ia pun  berharap, gelaran  MHQH dapat terus berlanjut.

"Ini yang selalu diinginkan dan diharapkan khususnya kepada generasi muda, bukan hanya membaca tapi juga mempraktekkan ajaran-ajaran Islam dengan baik," kata Wapres, Kamis (14/3). 

“Selamat kepada peserta yang telah mencapai hasil terbaiknya. Dan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi atas penyelenggaraan MHQ dan hadis Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud,” lanjut Wapres.

Sementara itu dalam laporannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan penyelenggaran MHQ dan Hadis tingkat ASEAN dan Pasifik ini telah digelar sejak tanggal 11 hingga 14 Maret 2019.

"MHQH ini merupkan rangkaian MHQH serupa tingkat Nasional dan ASEAN yang digelar sebelumnya," terang Menag.

MHQH tingkat Nasional, kata Menag,  28 sd 31 Januari 2019 lalu, yang diikuti sebanyak 151 peserta terdiri dari 124 peserta hafalan Quran. Terdiri dari  96 peserta putri yang ikut hafalan 30 jus, 20 jus, 15 jus dan 10 jus serta 27 peserta hafalan Hadits. 

Sedangkan tingkat ASEAN diikuti 88 peserta dan 17 official dari 18 negara yaitu Indonesia, Brunei, Thailand, Singapura, Malaysia, Philipina, Timor Leste, Khazakztan, Kirqistan, Usbekistan, Tazakistan, Azerbaizan, Myanmar, Australia, Rusia, Kambodia, New Zealand dan Kepulauan Fiji.

Sebelumnya, Mr Soleh Khulaifi wakil resmi YM 'Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud', menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Indonesia khususnya kepada Presiden dan Wakil Presiden RI. 

"Terimakasih atas dukungannya yang penuh bagi Musabaqah yang diberkahi ini, sebagai perwujudan bahwa al-Quran dan Sunnah Nabi adalah sumber kasih sayang bagi seluruh umat manusia," kata Soleh Khulaifi.

Musabaqah ini menurutnya adalah program utama Yayasan di bidang agama dan ilmiah. Ini sejalan dengan usaha Kerajaan Arab Saudi dalam berkhidmah kepada Kitab Allah/Al-Quran dan menyebarkan ajaran ajaran agama ini yang sangat toleran serta memperkuat hubungan antar Muslimin di seluruh penjuru dunia.

Lebih lanjut Khulaifi menerangkan, MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz untuk tingkat ASEAN dan Pasifik, Asia Tengah, dan Asia Timur ke 11, terbagi dalam beberapa kategori hafalan. Yaitu, Hafalan Al-Quran 30 juz, 20 juz, 15 juz dan 10 juz. Serta hafalan Hadits Nabi lengkap dengan perawi, arti, dan kandungannya. Bertindak sebagai Ketua Dewan Juri adalah Imam Masjid Haram, Dr. Abdullah Al Juhani. [kemenag]


Komentar Pembaca