Seimbangkan Dunia Maya dan Dunia Nyata, Pemuda Mesti Berorganisasi

Berita  MINGGU, 10 MARET 2019 | 13:35 WIB

Seimbangkan Dunia Maya dan Dunia Nyata, Pemuda Mesti Berorganisasi

Acara diskusi interaktif pemuda Jakut/ida

Moeslimchoice. Suku Dinas Pemuda dan Olah Raga (Sudin Pora) serta KNPI Jakarta Utara berharap pemuda di wilayahnya terlibat dalam keorganisasian. Tujuannya, agar ada keseimbangan antara aktifitas di dunia maya dan dunia nyata.

"Salah satu progam Sudin Pora Jakut adalah mengajak anak muda untuk berperan aktif dalam bidang olah raga dan berorganisasi," kata Kepala Seksi (Kasie)  Kepemudaan Sudin Pora Jakut, Ibu Tri, dalam diskusi interaktif para anak muda dan karang taruna di Gedung Yossudarso, Walikota Jakarta Utara, Sabtu (9/3/2019).

Kedepannya, lanjut dia, pihaknya akan terus menjembatani kegiatan anak muda khusus nya di bidang olah raga di seluruh walayah Jakarta Utara.

"Kami akan melibatkan karang taruna di mana disitulah wadah anak-anak muda di tingkat RT dan RW Kami akan menyeleksi kegiatan apa saja yang akan mereka ajukan," tambahnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Jakarta Utara, Nurhasanudin, dalam kesempatan tersebut  mengajak seluruh anak muda yang ada Jakut untuk ikut berorganisasi sebagai bentuk interaksi antar satu sama lain. Ajang interaksi maknanya adalah  gesekan hal positif satu sama lain.

"Kali ini saya akan mengkampanyekan organisasi bagi tiap generasi muda. Gali potensi yang ada. Apalagi di era yang serba canggih ini peran anak mudalah yang akan menentukan perubahan zaman untuk masa yang akan datang," ungkap Nurhasanudin.

Di era ini, papar dia, pemuda dihadapkan pada dua dunia, yaitu dunia maya dan dunia nyata.  Maka perlunya timbul kesadaran berorganisasi sebagai bentuk interaksi, agar bisa mengimbangi antara dunia nyata dan dunia maya ini.

"Saya menghimbau kepada seluruh generasi muda agar selalu bertindak positif, berkarya dan gali potensi yang ada. Jangan malu atau malas untuk ikut serta dalam kegiatan organisasi. Dengan berorganisasi kita bisa banyak mendapat persaudaraan dan pengalaman, karena pintar saja tidak cukup tapi harus ditunjang dengan hubungan interaktif kita terhadap lingkungan dan sosial," tandasnya.[zul]


Komentar Pembaca