Bocah Berusia 6 Tahun Digorok di Depan Ibunya Saat Akan Berziarah ke Madinah

Kabar Tanah Suci  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 18:24 WIB | Melati Tagore

Bocah Berusia 6 Tahun Digorok di Depan Ibunya Saat Akan Berziarah ke Madinah

foto/dailymail.co.uk

Moeslimchoice. Kota suci Madinah al-Munawwarah ternodai oleh peristiwa pembunuhan tragis bocah berusia 6 tahun bernama Zakaria Bader al-Jabir. Zakaria dibunuh oleh seorang pria bengis berusia 40 tahunan dengan cara yang sangat sadis pada Kamis malam (31/1).

Pelaku adalah pengemudi mobil yang dicarter (taxi) oleh ibu korban saat akan berziarah ke makam Nabi Muhamad SAW di masjid Nabawi. Namun tiba-tiba Pria itu menjadi beringas dan kalap hanya lantaran ibu korban bershalawat dengan melantunkan nama keluarga Nabi Muhammad saw sebagaimana lazim diucapkan oleh warga Muslim Syiah.

Seperti dilaporkan al-Alam, Jumat (8/2), sumber-sumber setempat menyebutkan bahwa ketika mulai naik ke mobil, sang ibu itu mengucapkan kalimat Basmalah, lalu kalimat tawakkal kepada Allah, dan ucapan 'Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad (Ya Allah, haturkan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya)'.

Mendengar kalimat itu, sang supir menoleh kepadanya dan bertanya, "Apakah kamu Syiah?" Wanita itu menjawab, "Ya".

Tak lama kemudian, supir itu menghentikan mobilnya di dekat sebuah kedai kopi di lingkungan al-Tilal, lalu merebut paksa Zakaria dari sang ibu yang berasal dari kota Ahsa', Arab Saudi yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah itu.

Sang Supir lalu menjatuhkan Zakaria ke tanah dan menggoroknya dari belakang leher dengan serpihan kaca yang dipecahnya saat itu. Dia melakukan kebiadaban itu di tempat terbuka, di hadapan ibunya, dan di depan mata banyak orang di sekitarnya sambil bertakbir.

Sang ibu pun menjerit histeris, namun tak seorangpun yang berani bertindak untuk menggagalkan kebrutalan sang supir hingga wanita itu akhirnya pingsan tak kuasa menyaksikan kebengisan sang supir terhadap anak yang sangat dicintainya.

Menurut cerita bibi korban, sang ibu sempat membopong Zakaria dalam keadaan berlumuran darah, dan kemudian pelaku mengikutinya dari arah belakang sembari bertanya, "Sudah mati belum?"

Orang-orang yang lewat mengatakan, bahwa seorang polisi yang ditempatkan di dekat daerah tersebut juga berusaha menghentikan pria tersebut dari menyerang bocah itu, namun ia tidak dapat menyelamatkannya.

Banyak orang memandang kasus ini bermotif sektarian yang dilakukan oleh ekstremis intoleran Wahhabi, namun media dan otoritas Saudi tampaknya berusaha menutupi motif itu dengan membuat pernyataan bahwa pelakunya telah diperiksa dan diketahui sebagai penderita gangguan jiwa, suatu pernyataan yang sulit diterima oleh para pengamat karena pelakunya jelas-jelas berprofesi sebagai pengemudi serta mengantongi surat izin mengemudi.

Naifnya lagi, kejahatan ala teroris ISIS ini tak mendapat perhatian dari lembaga-lembaga peduli HAM, meski minimal sebatas kecaman. Padahal kasus ini tak kalah keji dan dramatisnya dengan kasus pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. [net]


Komentar Pembaca