Israel Ubah Masjid Bersejarah di Tiberias Jadi Museum

Internasional  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 16:58 WIB | Melati Tagore

Israel Ubah Masjid Bersejarah di Tiberias Jadi Museum

foto/net

Moeslimchoice.  Sejak pendudukan pada tahun 1948, Israel telah menghancurkan ratusan masjid yang bersejarah bagi umat Muslim, pemakaman, dan situs keagamaan Palestina lainnya di daerah Tiberias, sebuah kota yang terletak di sebelah utara Israel. 

Portal Global Daily News melaporkan pada Rabu (6/2) bahwa Pihak berwenang Israel menghancurkan Masjid Al-Bahr yang bersejarah dengan tujuan untuk mengubahnya menjadi sebuah museum, yang tentu saja hal tersebut melanggar perjanjian mereka dengan otoritas dan komunitas Palestina tahun 2000 silam yang menjamin pemeliharaan masjid.

Aksi sepihak pemerintah Israel ini mendapatkan kecaman dari pemuka umat Muslim yang hidup di wilayah Israel. 

"Kami harus pergi ke Tiberias dan menghentikan penghinaan terhadap sebuah situs suci umat Muslim," ucap Mohammad Baraka, Ketua Komite Tinggi Masyarakat Arab. Ia menjelaskan bahwa penghancuran masjid bersejarah ini bertujuan untuk menghapus simbol-simbol Palestina di Kota itu.

"Masyarakat Arab di Israel tidak akan pernah membiarkan tindakan semacam itu dan bersumpah akan melindungi masjid kuno tersebut serta berbagai tempat suci lainnya,” tambahnya.

Masjid yang bernama Al-Bahr (Laut) itu dibangun pada tahun 1743 oleh pemimpin Muslim Tiberias waktu itu, Al-Zaher Omar. Masjid ini terletak di tepi Danau Tiberias, yang juga dikenal dengan sebutan Sea of Galilee (Laut Galilea).

Sejak Israel menjajah Palestina pada 1948, umat Muslim dilarang untuk memasuki Masjid Al-Bahr, baik untuk melakukan ibadah maupun untuk menjaganya tetap bersih.

Hingga saat ini, ada sekitar seperlima penduduk Israel adalah orang-orang Palestina yang seringkali disebut dengan orang-orang Arab-Israel. Sejak penjajahan berlangsung, mereka mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh otoritas Israel.

Telah banyak situs-situs suci umat Muslim, termasuk pemakaman, yang dirusak oleh pemerintah Israel dan diubah menjadi bar dan klub malam, seperti di daerah Jaffa, Lod, Al-Ramla, Ashkelon, dan berbagai kota lainnya. [globaldailynews]


Komentar Pembaca