Soal Industri Halal, BPN: Berkembang Lamban

Nasional  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 16:10 WIB | Warni Arwindi

Soal Industri Halal, BPN: Berkembang Lamban

Handi Risza/net.

MoeslimChoice | Peningkatan industri halal mulai dari makanan, kosmetik, obat-obatan, pariwisata sampai keuangan syariah tumbuh drastis dalam beberapa tahun terakhir. Peluang ini sudah ditangkap beberapa negara muslim tetangga seperti Malaysia.

Bahkan negara-negara yang berpenduduk minoritas muslim sekalipun, seperti Korea Selatan, Jepang, Singapura dan Thailand mulai melirik industri halal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Seperti Jubir BPN Prabowo-Sandi, Handi Risza menyatakan.

Menurutnya Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia sebetulnya memiliki potensi yang sangat besar untuk segera menjadi pusat industri halal dunia. "Tentu kita tidak mau hanya sekedar menjadi konsumen atau penonton, ujarnya saat dihubungi Minggu, 10/2/19.

Dalam beberapa tahun terakhir ini. Khususnya dalam empat tahun masa pemerintahan Jokowi-JK, Handi menyoroti kesiapan pemerintah dalam menangkap peluang berkembangnya industri halal di tanah air terkesan lamban.

"Bahkan kurang memiliki inisiatif untuk menyiapkan segala perangkat guna menunjang perkembangan industri halal tanah air," tambah calon legislatif DPR PKS di daerah pemilihan Sumatera Barat ini. Kata dia, masih terdapat Pekerjaan Rumah pemerintah yang belum dituntaskan.

"Sehingga dengan sisa waktu pemerintahan yang tinggal satu tahun, akan membuat pekerjaan berikutnya menjadi lebih berat," ungkapnya.


Komentar Pembaca