Balita Tewas Tergantung di Jendela, Ini Kronologinya

Tentang Sumsel  SABTU, 09 FEBRUARI 2019 | 09:24 WIB

Balita Tewas Tergantung di Jendela, Ini Kronologinya

TKP ditemukannya balita yang tewas tergantung di jendela rumah

MoeslimChoice | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Sumatera Selatan, terus menyelidiki kasus kematian PR, balita berusia 2 tahun.

Sebab, petugas menemukan kejanggalan atas tewasnya balita perempuan tersebut di kediaman orangtuanya, Jalan Lunjuk Jaya, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang.

Informasi yang dihimpun, kejadian yang berlangsung pada Rabu (6/2/2019) itu terungkap ketika MR (28), bibi korban, datang ke lokasi kejadian untuk melihat PR. Namun, ketika datang, ia terkejut melihat PR sudah tergantung di jendela rumah.

MR yang ketakutan langsung memberitahukan kondisi PR kepada keluarganya. Sehingga, ED (38) dan NR (30), yang merupakan orantua korban, pulang ke rumah.

"Korban langsung dibawa keluarga ke Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah untuk diperiksa dan ternyata sudah meninggal. Kedua orangtuanya waktu itu sedang bekerja dan tidak ada di rumah," kata Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (8/2/2019).

Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga pun akhirnya membuat laporan di Polresta Palembang terkait tewasnya PR.

Petugas langsung datang ke lokasi kejadian dan membawa PR ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, untuk dilakukan autopsi.

"Namun, keluarga menolak untuk autopsi dengan alasan korban masih kecil, sehingga tidak tega. Kasus ini masih diselidiki," ujar Yon.

Sementara itu, Dokter Forensik Rumah sakit Bhayangkara, dr Mansuri, mengakui jika ada kejanggalan dari jenazah PR saat dilakukan visum. Pihaknya menemukan adanya bekas jeratan di bagian leher korban.

"Diduga ada jeretan di leher. Nah, untuk kasus kekerasan seksual tidak ditemukan karena cuma dilakukan visum luar saja, karena keluarga menolak," ungkap dia. [yhr]


Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019 | 21:00

KPU: Stop Katakan Kami Curang

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019 | 19:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019 | 17:00