Anda Sakit Maag? Sebaiknya Hindari 4 Makanan Ini

Kesehatan  JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 16:08 WIB | Melati Tagore

Anda Sakit Maag? Sebaiknya Hindari 4 Makanan Ini

foto/ilustrasi

Moeslimchoice. Penyakit maag atau yang dikenal dengan dispepsia diartikan sebagai rasa nyeri atau tidak nyaman di sekitar area ulu hati. Nyeri ulu hati memang sering menjadi gejala utama dari sakit maag. Tak jarang, keluhan nyeri ulu hati tersebut bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain rasa nyeri di ulu hati, penderita maag juga mengalami gejala lain seperti mual, muntah, perut kembung, mudah kenyang, nafsu makan berkurang, hingga sering bersendawa. Karena itu, bisa disimpulkan bahwa dispepsia terdiri dari kumpulan gejala. Kumpulan gejala ini sering dihubungkan dengan adanya masalah di organ lambung.

Sakit maag umumnya terjadi akibat adanya infeksi pada lambung atau produksi asam lambung berlebihan. Dalam proses perjalanannya, penyakit maag bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat mengakibatkan dinding lambung mengalami peradangan hingga membentuk luka. Luka inilah yang akhirnya menimbulkan keluhan nyeri pada ulu hati.

Produksi asam lambung yang berlebih bisa dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya stres, pola makan tidak teratur, penggunaan obat-obatan tertentu, serta konsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan asam lambung.

Jadi, bagi Anda penderita maag perlu tahu beberapa makanan yang harus dihindari agar tidak memperburuk kondisi sakit maag Anda.

1. Makanan yang meningkatkan asam lambung

Selain penggunaan obat maag, produksi asam lambung yang berlebihan harus dicegah dengan menghindari makanan-makanan pencetusnya. Beberapa makanan yang memicu produksi asam lambung berlebih, di antaranya buah jeruk, lemon, tomat, dan makanan yang bersifat asam lainnya.

2. Makanan yang merusak dinding lambung

Beberapa makanan bisa bersifat iritan bagi lambung, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Kondisi tersebut berpotensi merusak dinding lambung. Beberapa makanan yang dapat merusak dinding lambung, yaitu makanan pedas, cuka, merica, dan makanan yang bersifat asam.

3. Makanan yang mengandung gas

Beberapa makanan dapat memicu produksi gas berlebih di dalam lambung. Perasaan begah dapat memburuk kondisi sakit maag Anda. Untuk itu, Anda harus menghindari beberapa makanan yang mengandung banyak gas seperti sawi, kol, nangka, dan makanan berlemak hewani.

4. Makanan yang sulit dicerna

Terdapat beberapa jenis makanan yang memperberat kerja lambung, yang bisa memperlambat pengosongan lambung. Proses pencernaan yang semakin berat di lambung dapat memperburuk kondisi maag Anda. Makanan yang sulit dicerna lambung, di antaranya produk olahan susu, makanan berlemak, dan makanan dengan pemanis buatan.

Selain menghindari beberapa jenis makanan di atas, penderita maag juga harus memiliki pola makan yang teratur. Jangan biarkan lambung Anda kosong dalam waktu yang cukup lama, karena dapat memburuk kondisi maag. Meningkatkan frekuensi makan dalam porsi kecil dianjurkan bagi penderita maag.

Sebaiknya, penderita maag makan setiap tiga jam sekali sesuai dengan waktu rata-rata pengosongan lambung setiap habis makan. Sederhananya, Anda dapat coba menerapkan jadwal makan yang terdiri dari tiga porsi besar (makan pagi, siang, malam) dan diselingi dua porsi kecil (cemilan). 

Menjalankan pola makan yang baik berperan dalam keberhasilan terapi sakit maag. Dengan menghindari beberapa makanan di atas, disertai jadwal makan yang teratur bisa membantu dalam mengatasi sakit maag.[jpnn]


Komentar Pembaca
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

Rabu, 20 Februari 2019 | 21:41

Unicorn Bukan Yunikon

Unicorn Bukan Yunikon

Rabu, 20 Februari 2019 | 17:00

Orang-orang Dekat Jokowi Juga Penguasa Lahan

Orang-orang Dekat Jokowi Juga Penguasa Lahan

Rabu, 20 Februari 2019 | 15:00