Merasa Sudah Sembuh, Pasien DBD Malah Meninggal

Kesehatan  JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 09:09 WIB

Merasa Sudah Sembuh, Pasien DBD Malah Meninggal

Ilustrasi

MoeslimChoice | Satu orang warga berusia 34 tahun di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia karena Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Januari 2019.

Jumlah kasus DBD di Kota Bekasi juga mengalami peningkatan dibanding sepanjang 2018. Dari sebanyak 48 orang, kini mencapai 128 kasus.

Dari data tersebut, tiga kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Jatiasih, Mustikajaya, dan Jatisampurna. Di Jatiasih sebanyak 35 kasus, Mustikajaya 22 kasus, dan Jatisampurna 13 kasus.

“Januari iya ada yang meninggal satu,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati, kepada wartawan, Rabu (6/2/2019).

Dezy menerangkan, warga Kelurahan Sumur Batu yang meninggal dunia itu sudah ditangani oleh rumah sakit.

Namun, di saat kondisi korban sudah mulai membaik, yang bersangkutan memaksa untuk pulang. Padahal, dokter belum merekomendasikan untuk pulang.

Dirinya menghimbau agar ke depannya masyarakat Kota Bekasi memperhatikan betul rekomendasi dokter terkait dengan penyakit DBD.

Artinya, jika belum direkomendasikan untuk pulang, maka pasien penderita DBD harus tetap dalam perawatan di rumah sakit maupun puskesmas.

“Kebetulan itu bukan daerah yang paling besar tapi kebetulan aja kejadiannya di sana. Udah, sudah dilayani, cuma kebetulan saat dia udah agak enakan memaksa pulang sebenarnya, maksudnya ya kalau dokter belum merekomendasikan tapi sudah merasa sudah enak pulang,” terangnya.

Dengan adanya 128 kasus dan satu orang yang meninggal dunia, penyakit DBD  di Kota Bekasi belum masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pihaknya bertekad untuk terus menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk masyarakat di wilayahnya masing-masing. [yhr]


Komentar Pembaca