Ini Wilayah yang Rawan Peredaran Narkoba

Daerah  SENIN, 14 JANUARI 2019 | 00:05 WIB

Ini Wilayah yang Rawan Peredaran Narkoba

Brigjen Polisi Eko Daniyanto

Moeslimchoice | Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap peredaran narkoba hingga pekan kedua Januari mencapai 787 kasus. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan Desember lalu, yakni 368 kasus.

Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Brigjen Polisi Eko Daniyanto mengatakan peredaran narkoba di Indonesia melalui jalur laut masih menjadi akses yang paling sering digunakan. Jaringan narkoba Internasional nasional ini masih di dominasi dari wilyah Tawu, Malaysia.

“Pada minggu kedua Januari, jalur masuk narkoba jenis sabu-sabu diantisipasi via jalur laut yang berasal dari Tawu, Malaysia tujuan Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (13/01/2019).

Dipaparkan Eko sabu-sabu tersebut rencananya akan dikirim melalui wilayah Kalimantan menuju Pulau Sebatik atau Pulau Tarakan. Dari kasus yang sudah ditangani sampai minggu kedua, menurutnya barang terlarang itu akan menjadi pasokan di Kalimantan dan Sulawesi.

Eko menerangkan ada terdapat tiga polda dengan angka paling tinggi dalam peredaran narkoba. Ketiga polda tersebut di antaranya Polda Jawa Timur (Jatim), Polda Metro Jaya, dan Polda Sumatera Utara (Sumut).

“Pengungkapan kasus narkoba ini masih didominasi oleh Polda Jatim dengan 116 kasus, Polda Metro Jaya dengan 80 kasus, dan Polda Sumut dengan 55 kasus,” tegasnya

Eko menuturkan, sebanyak 1.015 orang dibekuk dengan rincian 12 bandar, 497 pengedar, 505 pengguna, satu orang produsen, dan satu orang WNA. Terkait barang bukti, kita berhasil menyita 53.053,57 gram ganja, 15.152,94 gram shabu, 9.256 butir ekstasi, 115,87 tembakau gorila, dan happyfive dua butir.

“Untuk memperketat pengawasan peredaran narkotika kepolisian akan lebih ekstra ketat lagi untuk penjagaan melalui jalur laut,” tandasnya. (Ang)


Komentar Pembaca