Pasca Tsunami, Tanjung Lesung Jadi Wisata SAVE

Wisata  SENIN, 24 DESEMBER 2018 | 19:13 WIB | Mega Puspita

Pasca Tsunami, Tanjung Lesung Jadi Wisata SAVE

Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono

Moeslimchoice | Pasca diterjang bencana Tsunami di wilayah pantai Selat Sunda, Banten, pada Sabtu (22/12/2018) pukul 21.27 WIB lalu, hingga saat ini kondisi pantai, khususnya Tanjung Lesung, Pandeglang masih tertutup untuk umum. Namun, sejumlah peniliti berdatangan untuk mencari tahu lebih lanjut fenomena Anak Gunung Krakatau yang diduga mengalami erupsi dan menyebabkan tsunami.

Dalam kajian pariwisata, selain daya tarik sea, sun, and sand (3-S) dikenal pula daya tarik SAVE (scientific, academic, volunteer, and education). Jadi, sementara ini tampaknya wisata SAVE yang menjadi daya tarik Tanjung Lesung.

Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono mengungkapkan, perusahaannya yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung melalui PT Banten West Java Tourism Development Corp., menyambut baik kedatangan para peneliti berbagai disiplin seperti geologi, geodesi, maupun vulkanologi. 

"Jika semula pengunjung yang datang untuk berlibur bersama keluarga, kerabat serta rekan kerja. Kini pengunjung yang datang pasca tsunami merupakan peneliti-peneliti yang ingin mencari tahu mengenai fenomena Anak Gunung Krakatau yang kebetulan letaknya tidak jauh dari Tanjung Lesung," ujarnya saat menggelar konferensi pers di Menara Batavia, Jakarta Selatan, Senin, 24/12/18.

Ia mengungkapkan, jika biasanya orang yang datang ke Tanjung Lesung dengan tujuan untuk berlibur dan bersenang-senang, namun kini orang yang datang merupakan ilmuwan yang ingin melakukan penelitian mengenai fenomena Anak Gunung Krakatau dan tsunami. "Saya kira tidak akan ada perubahan, kalau kemarin biasanya yang datang itu pengen berenang sekarang yang datang itu ilmuwan," imbuhnya.


Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019 | 21:00

KPU: Stop Katakan Kami Curang

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019 | 19:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019 | 17:00