Golkar: Pemilih Sakit Jiwa Harus Sertai Surat Dokter

Nasional  SENIN, 26 NOVEMBER 2018 | 15:30 WIB | Warni Arwindi

Golkar: Pemilih Sakit Jiwa Harus Sertai Surat Dokter

Anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar Firman Soebagyo.

MoeslimChoice | Terkait pemilih umum (pemilu) 2019 mendatang. Pro dan kontra terus bergulir tentang orang dengan gangguan jiwa yang ikut serta daftar pemilu.

Anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar Firman Soebagyo menanggapi hal tersebut. Dia mengaku tidak masalah dengan hal itu, Namun dia menggaris bawahi agar ada kriteria jelas tentang orang sakit jiwa tersebut.

“Intinya harus ada kriteria yang jelas. Kalau memang orang sakit jiwa diperbolehkan harus ada surat keterangan dokter,” kata Firman saat Minggu, 25/11/18.

Bagi dia, dengan surat keterangan dokter itu dapat dinilai seberapa parah gangguan kejiwaan yang dimiliki oleh seseorang. Sehingga hal itu menjadi objektif.

“Kalau yang masih bisa dibulatin berdasarkan keterangan dokter menurut saya tidak masalah untuk memilih. Tapi kalau yang sudah parah misalnya sampai diborgol, lah itu jangan,” ungkapnya.

Begitu juga bagi orang gila yang ada di jalanan, sudah pasti penyakitnya parah dan tidak ada surat keterangan dokter. “Kalau yang sakit jiwanya parah kan bisa ngamuk nanti sewaktu di TPS,” ucap Firman.


Komentar Pembaca