Dedi Mulyadi Robohkan Rumah Warga di Tanah Miring

Daerah  MINGGU, 21 JANUARI 2018 | 20:55 WIB

Dedi Mulyadi Robohkan Rumah Warga di Tanah Miring

Moeslimchoice. Memiliki 13 orang anak dan tinggal di dalam sebuah gubuk reot berukuran 3x2 meter yang nyaris roboh dialami setiap hari oleh pasangan suami istri Otim (50) dan Dude (40).

Keprihatinan pun muncul dari warganet dan menyampaikan hal itu kepada bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Mendapat pesan tersebut dari media sosial miliknya, Bupati Purwakarta dua periode itu pun langsung menyambangi kediaman warga Kampung Pasir, Desa Neggalamekar, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (21/1).

Seperti diberitakan RMOLJabar, gubuk yang ditinggali pasangan suami istri dan ketiga belas anaknya tersebut sangat tidak layak. Hanya berdinding anyaman bambu, gubuk yang berdiri di atas tanah berkontur miring itu juga sudah ditopang oleh batang bambu.

"Saya diberitahu salah satu follower di sosmed, katanya di sini ada keluarga yang membutuhkan bantuan. Selesai acara di Sukabumi tadi saya langsung ke sini. Ternyata memang benar, kata Dedi di lokasi.

Dari hasil perbincangan antara Dedi dan Dude, istri Otim, diperoleh fakta mengejutkan. Ia mengaku sudah 14 kali melahirkan tetapi hanya ada 7 anaknya yang masih hidup. Sementara, sisanya diketahui sudah meninggal dunia.

"Kalau dihitung sudah 14 kali saya melahirkan Kang, tapi anak yang masih ada cuma 7. Sisanya sudah meninggal, ujar Dude.

Alasan karena sering sakit-sakitan membuat pasangan tersebut tidak mengikuti Program Keluarga Berencana yang dicanangkan oleh pemerintah.

Dude pun mengaku kerepotan mengatur risiko dapur sehari-hari karena suaminya hanya berprofesi sebagai kuli cangkul. Uang sebesar Rp15 ribu sampai Rp 30 ribu diperolehnya dari pekerjaan tersebut.

"Pendapatan suami masih kurang Pak. Ini juga lahan rumah punya saudara, repot kalau tidur bertumpuk karena sempit, ujarnya.

Perbincangan itu ditutup dengan permintaan Dedi kepada warga dan aparat desa setempat untuk membantu merobohkan rumah Otim dan Dude. Sebagai gantinya, Dedi yang memang dikenal dermawan dan cepat tanggap terhadap keluhan itu memberikan bantuan pembangunan rumah baru.

"Ayo Bapak-bapak, kita bantu Pak Otim. Kita robohkan dulu rumahnya ini, kata Dedi.

Dedi menilai, masalah yang tengah didera oleh keluarga tersebut merupakan masalah klasik di Jawa Barat. Dia melakukan analisa bahwa Program Keluarga Berencana dan Program Pembangunan Rutilahu harus terus diefektifkan.

"Ini masalah sosial yang harus segera diselesaikan karena sudah menjadi masalah klasik di Jawa Barat. Kondisi keluarga kurang mampu, belum lagi anak banyak. Program Keluarga Berencana dan Program Pembangunan Rutilahu kita efektifkan lagi, pungkasnya.[ksm]


Komentar Pembaca